Kritik Pedas pada Wacana Perubahan Regulasi yang Bikin Gaduh

Kompas.com - 11/05/2021, 07:00 WIB
Pertandingan Persija Jakarta melawan PSM Makassar berakhir adu penalti dengan skor 4-3 semifinal leg kedua Piala Menpora 2021 di Stadion Monahan Solo, Minggu (18/04/2021) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPertandingan Persija Jakarta melawan PSM Makassar berakhir adu penalti dengan skor 4-3 semifinal leg kedua Piala Menpora 2021 di Stadion Monahan Solo, Minggu (18/04/2021) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik rancangan kompetisi Liga 1 2021 semakin runyam. Tidak hanya publik dan klub, pro dan kontra merembet pada sesama anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Sebelumnya anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani membeberkan pengkajian penghapusan degradasi menjadi salah satu agenda rapat Exco PSSI pada 3 Mei 2021 lalu.

Dalam hal ini Hasan Abdulgani menyatakan suaranya berada pada pihak yang setuju Liga 1 2021 tanpa degradasi.

Sementara itu anggota Exco yang lain, Yoyok Sukawi memperkuat bahwa penghapusan degradasi menjadi suara mayoritas.

Dia membeberkan ada sekitar 13 klub Liga 1 dan 16 klub Liga 2 yang menginginkan degradasi dihapus sementara untuk musim 2021.

Di sisi lain Haruna Soemitro dengan lantang menentang penghapusan degradasi. Dia juga mempertegas bahwa tidak ada keputusan dari rapat Exco yang mengesahkan kompetisi 2021 tanpa degradasi.

Terpecahnya suara anggota Exco PSSI ini pun disorot Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali. Dia menyayangkan usulan dan rancangan yang seharusnya menjadi rahasia dapur justru diekspos ke publik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau belum matang jangan dilempar ke publik, karena apa PSSI tidak siap memberikan jawaban,” ujar Akmal Marhali dalam sebuah sesi wawancara daring terbatas.

“Sebagai contoh kemarin ada wacana pengurangan jumlah pemain asing dari 3+1 jadi 2+1. Itu kan ramai juga dan akhirnya saling bantah. Tidak mungkin media membicarakan ini kalau tidak ada yang ngomong dari PSSI,” imbuhnya.

Baca juga: PSSI Tunjuk Manajer Timnas Indonesia U23 untuk SEA Games 2021

Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali.DOK. SAVE OUR SOCCER Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali.

Selain itu Akmal Marhali juga merasa kegaduhan ini membuang waktu dan tenaga.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X