Kompas.com - 07/05/2021, 20:00 WIB
Direktur PT PBB, Teddy Tjahyono, saat diwawancarai wartawan di Graha Persib, Kota Bandung, Rabu (31/03/2021). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHADirektur PT PBB, Teddy Tjahyono, saat diwawancarai wartawan di Graha Persib, Kota Bandung, Rabu (31/03/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Persib Bandung menyatakan keberatan mengenai wacana penyelenggaraan Liga 1 2021 tanpa sistem degradasi.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono, menegaskan, pihaknya menolak usulan dihapuskannya sistem degradasi di kompetisi strata tertinggi sepak bola Indonesia itu.

Menurut Teddy Tjahyono, penghapusan degradasi dalam kompetisi telah mencoreng dua prinsip dasar kompetisi, yakni sporting merit dan integrity.

Konsep meritokrasi, asas yang mengacu kepada prestasi di atas lapangan, serta integritas memang dijunjung tinggi dalam olahraga.   

 

Menurutnya, baik FIFA maupun AFC sudah mengatur dengan jelas mengenai asas sporting merit dan integrity dalam kompetisi.

"Kami sangat menolak kompetisi Liga 1 tanpa degradasi. Prinsip dasar dari kompetisi yaitu, sporting merit dan integrity harus dijalankan," kata Teddy saat dihubungi wartawan, Jumat (7/5/2021).

"Statuta FIFA dan AFC mengatur dengan sangat jelas mengenai sporting merit dan integrity," ucapnya melanjutkan.

Baca juga: Lupakan Piala Menpora 2021, Winger Persib Bidik Gelar Juara Liga 1 2021

Penghapusan sistem degradasi di Liga 1 2021 telah diputuskan dalam rapat exco PSSI.

Kabarnya, penghapusan sistem degradasi merupakan usulan dari sejumlah klub peserta Liga 1 2021.

Alasan para klub mengajukan permintaan penghapusan degradasi Liga 1 dilatarbelakangi faktor ekonomi yang disebabkan pandemi virus corona.

Wabah virus corona memang membuat sektor ekonomi lumpuh, yang berimbas pula pada keuangan klub sepak bola.

Teddy mengatakan, pihaknya tidak fokus berkomentar pada usulan sejumlah klub terkait penghapusan degradasi.

Baca juga: Tak Berani Berspekulasi, Arema FC Berharap Kepastian Liga 1

Menurut Teddy, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), selaku pemangku kebijakan sepak bola Indonesia harus mempertimbangkan prinsip sporting merit dan integrity sebelum mengambil keputusan.

"Saya tidak ingin berkomentar mengenai klub lain. Tapi PSSI atau PT LIB harus menegakan prinsip dasar kompetisi yaitu sporting merit dan integrity. Sporting merit and integrity diatur jelas kok di FIFA dan AFC," ujar Teddy menegaskan.

Meski tidak ada degradasi, PSSI tetap memberikan jatah promosi kepada dua tim Liga 2. Artinya, kompetisi Liga 1 pada musim 2022 akan diikuti oleh 20 klub, dari yang awalnya 18 kesebelasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.