4 Poin Penting Pembatalan Liga 1-Liga 2 Musim 2020 oleh PSSI

Kompas.com - 21/01/2021, 05:20 WIB
Ketua Umum PSSI, Moch Iriawan, saat meresmikan Lapangan Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Rabu (22/7/2020).  KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAKetua Umum PSSI, Moch Iriawan, saat meresmikan Lapangan Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Rabu (22/7/2020).

Dalam Surat Keputusan itu, PSSI mempersilahkan tim peserta Liga 1 dan Liga untuk mengubah kontrak kerja yang sudah disepakati pemain.

Gaji pemain untuk April hingga Juni 2020 saat itu bisa disesuaikan menjadi hanya 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam kontrak.

Itu artinya, PSSI saat itu mempersilahkan klub jika ingin memotong gaji pemain sampai 75 persen.

Keputusan PSSI itu kemudian dikritik banyak pihak seperti Asosiasi Pesepak Bola Dunia (FIFPro) dan Asosiasi Pesepakbola Indonsiea (APPI).

Kedua asosiasi pemain tersebut saat itu langsung meminta PSSI mengkaji kebijakan karena pemotongan gaji sebesar 75 persen sangat merugikan pemain.

Keputusan soal pemotongan gaji itu pada akhirnya diubah PSSI melalui Surat Keptusan SKEP/53/VI/2020 tertanggal 27 Juni 2020.

Baca juga: Keuangan Amburadul, Persik Minta Ketegasan PSSI dan Operator

Dalam surat tersebut, PSSI merevisi besaran persentase pemotongan gaji pemain dari 75 persen menjadi hanya 50 persen untuk tim Liga 1 .

Sementara untuk Liga 2, besaran persentase pemotogan diubah menjadi 60 persen dari nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku di tempat klub berbasis.

Sebelum akhirnya membatalkan Liga 1 dan Liga 2, PSSI tercatat empat kali memperpanjang masa penundaan dua kompetisi tersebut.

Salah satu pertimbangan yang berkali-kali disebutkan PSSI ketika memperpanjang masa penundaan Liga 1 dan Liga 2 kekhawatiran tentang masa depan timnas Indonesia di berbagai level.

Halaman:


Sumber PSSI
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X