Legenda Arsenal Kecam Teknik Tendangan Penalti Bruno Fernandes

Kompas.com - 23/11/2020, 11:05 WIB
Gelandang Manchester United Bruno Fernandes mencetak gol penalti dalam pertandingan perempat final Liga Europa UEFA antara Man United vs Copenhagen di RheinEnergieStadion, di Cologne, Jerman, pada 10 Agustus 2020. AFP/WOLFGANG RATTAYGelandang Manchester United Bruno Fernandes mencetak gol penalti dalam pertandingan perempat final Liga Europa UEFA antara Man United vs Copenhagen di RheinEnergieStadion, di Cologne, Jerman, pada 10 Agustus 2020.


KOMPAS.com - Legenda Arsenal, Ian Wright, mengkritik gaya tendangan penalti gelandang serang Manchester United, Bruno Fernandes.

Bruno Fernandes sekali lagi menjadi pahlawan dalam kemenangan 1-0 Manchester United atas West Brom pada pekan kesembilan Liga Inggris 2020-2021.

Pada laga yang digelar di Stadion Old Trafford, Minggu (22/11/2020) dini hari WIB, Fernandes mencetak gol dari titik putih pada menit ke-56.

Keahlian Bruno Fernandes dalam mengeksekusi penalti memang tak perlu diragukan.

Baca juga: Tanpa Bruno Fernandes, Bagaimana Nasib Man United di Liga Inggris?

Opta mencatat tujuh dari 14 gol Bruno Fernandes di Premier League, kompetisi tertinggi Liga Inggris, berasal dari penalti.

Meski demikian, gaya tendangan penalti pemain asal Portugal itu mendapat kecaman dari legenda Arsenal, Ian Wright.

Bruno Fernandes memiliki ciri khas ketika mengeksekusi penalti. Dia selalu melompat sebelum melepaskan tendangan ke arah gawang.

Ian Wright mengkritik gaya tersebut sebab dianggap mempersulit kiper lawan dalam menebak arah bola.

Selain itu, Ian Wright, merasa tak adil sebab pemain boleh melompat, sedangkan penjaga gawang tidak boleh bergerak sebelum bola ditendang.

Top skor Liga Inggris 1991-1992 itu lalu meminta pihak Premier League untuk melarang gaya eksekusi penalti Bruno Fernandes.

Baca juga: Klasemen Liga Inggris - Liverpool Pepet Tottenham, Duo Manchester Bertukar Posisi

"Itu sulit bagi penjaga gawang. Anda melompat, melakukan hal-hal seperti itu, tetapi kiper bahkan tidak bisa menggerakkan kakinya," ujar Ian Wright yang dilansir dari Manchester Evening News.

"Mereka harus menghentikan para pemain yang melompat seperti itu. Pemain hanya boleh berlari ke arah bola dan menendangnya."

"Ketika mereka bisa bergerak, sedangkan kiper tidak diperbolehkan, itu tidak adil," sambung Ian Wright.

"Anda harus berlari dan kemudian menendang bola, bukan melompat," ujar Ian Wright mengakhiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Ada Kontrak Pramusim, Madura United Tekankan Pemain Dikontrak Penuh

Tidak Ada Kontrak Pramusim, Madura United Tekankan Pemain Dikontrak Penuh

Liga Indonesia
Cara Petarung ONE Championship Hadapi 'Serangan' di Media Sosial

Cara Petarung ONE Championship Hadapi 'Serangan' di Media Sosial

Sports
Empat Pebasket Bakal Lakoni Debut dalam Ajang NBA All-Star 2021

Empat Pebasket Bakal Lakoni Debut dalam Ajang NBA All-Star 2021

Sports
Barcelona Vs Elche - Ronald Koeman Ungkap Kekurangan Lionel Messi dkk

Barcelona Vs Elche - Ronald Koeman Ungkap Kekurangan Lionel Messi dkk

Liga Spanyol
Man United Vs Sociedad, Rashford Kenang Gol Debut di Old Trafford

Man United Vs Sociedad, Rashford Kenang Gol Debut di Old Trafford

Liga Lain
Meski Man City Menang atas Gladbach, Guardiola Belum Puas karena...

Meski Man City Menang atas Gladbach, Guardiola Belum Puas karena...

Sports
Dua Tim Peserta Liga 1 Jadi Lawan Uji Coba Timnas U22 Indonesia

Dua Tim Peserta Liga 1 Jadi Lawan Uji Coba Timnas U22 Indonesia

Liga Indonesia
Masuk Nominasi Laureus World Sports Awards, Kento Momota Cetak Sejarah

Masuk Nominasi Laureus World Sports Awards, Kento Momota Cetak Sejarah

Badminton
Hajar Moencengladbach, Man City Dekati Prestasi Real Madrid dan Bayern Muenchen

Hajar Moencengladbach, Man City Dekati Prestasi Real Madrid dan Bayern Muenchen

Sports
Eden Hazard Sudah Karatan Ketika Gabung ke Real Madrid

Eden Hazard Sudah Karatan Ketika Gabung ke Real Madrid

Liga Spanyol
Gladbach Vs Man City, The Citizens Rusak Rekor atas Nama Mereka Sendiri

Gladbach Vs Man City, The Citizens Rusak Rekor atas Nama Mereka Sendiri

Sports
AC Milan Vs Red Star, Rossoneri Tak Terpengaruh Hasil Derbi

AC Milan Vs Red Star, Rossoneri Tak Terpengaruh Hasil Derbi

Sports
Mino Raiola: Hanya Ada 10 Klub yang Bisa Beli Haaland, 4 di Liga Inggris

Mino Raiola: Hanya Ada 10 Klub yang Bisa Beli Haaland, 4 di Liga Inggris

Sports
Capello: Atalanta Tak Layak Mendapat Kartu Merah Saat Dibekuk Madrid

Capello: Atalanta Tak Layak Mendapat Kartu Merah Saat Dibekuk Madrid

Liga Champions
5 Fakta Gladbach Vs Man City, The Citizens Ikuti Jejak Man United di Liga Champions

5 Fakta Gladbach Vs Man City, The Citizens Ikuti Jejak Man United di Liga Champions

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X