Soal Tragedi 2-8 di Liga Champions, Mueller Sentil Pemanasan Barcelona

Kompas.com - 28/08/2020, 08:19 WIB
Penyerang Bayern Muenchen, Thomas Mueller, saat merayakan gol ke gawang Barcelona pada perempat final Liga Champions, 14 Agustus 2020. AFP/RAFAEL MARCHANTEPenyerang Bayern Muenchen, Thomas Mueller, saat merayakan gol ke gawang Barcelona pada perempat final Liga Champions, 14 Agustus 2020.

KOMPAS.com - Penyerang Bayern Muenchen, Thomas Mueller, "menyentil" proses pemanasan skuad Barcelona saat bersiap menghadapi perempat final Liga Champions 2019-2020.

Kala itu, perjuangan Barcelona berujung tragis. Mereka dibuat tak berkutik dan takluk 2-8 dari Bayern Muenchen.

Hasil itu membuat Barcelona tersingkir dari persaingan menuju trofi Liga Champions, sedangkan Bayern Muenchen berhak melaju ke babak selanjutnya.

Pasukan Die Roten, julukan Bayern Muenchen, pun tampil meyakinkan pada semifinal sehingga berhasil lolos ke partai puncak.

Baca juga: Reaksi Keras 4 Media Spanyol Usai Barca Dilumat Bayern Muenchen di Liga Champions

Pada laga pamungkas Liga Champions 2019-2020, Bayern Muenchen menghadapi wakil Perancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Skuad asuhan Hansi Flick itu kemudian mengakhiri laga dengan kemenangan 1-0 dan berhak membawa pulang trofi Liga Champions keenam mereka.

Saat pasukan Bayern Muenchen tengah dinaungi perasaan gembira, suasana buruk melanda skuad Blaugrana, julukan Barcelona.

Lionel Messi dkk merasa terpukul dengan kekalahan telak dari Bayern Muenchen di perempat final.

Baca juga: Senangnya Pemain Bayern Muenchen Bisa Permalukan Messi dan Barcelona

Mueller yang menjadi saksi tragedi tersebut, mengungkapkan pendapatnya dengan "menyentil" proses pemanasan skuad Barcelona.

Menurut Mueller, pasukan Blaugrana terlalu santai dan tidak melakukan pemanasan secara maksimal saat itu.

Alhasil, dia bersama pemain Bayern Muenchen yang lain merasa lebih siap ketimbang Barcelona dalam menghadapi perempat final.

"Hanya satu contoh (penyebab kemenangan 8-2 atas Barcelona), kami telah melakukan pemanasan selama sepuluh menit ketika mereka ke lapangan untuk memulai pemanasan," ungkap Mueller, dikutip dari Marca.

"Mereka sangat santai. Itu tidak berarti apa-apa. Pertandingan bisa saja berakhir berbeda, tetapi saya pikir kami jauh lebih lapar (trofi)," imbuh pemain berkebangsaan Jerman tersebut.

Baca juga: Bayern Muenchen Bantai Barcelona, Mueller: Lebih Hebat dari Kemenangan 7-1 Jerman atas Brasil

Kekalahan 2-8 dari Bayern Muenchen merupakan hasil terburuk yang pernah diderita Barcelona dalam sejarah partisipasi mereka di kompetisi antarklub Eropa.

Barcelona menjadi tim pertama yang kebobolan 8 gol sepanjang sejarah fase knock-out Liga Champions.



Sumber Marca
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petenis Putri Nomor Satu Dunia Ini Tak Ikut Karantina untuk Australia Open 2021

Petenis Putri Nomor Satu Dunia Ini Tak Ikut Karantina untuk Australia Open 2021

Sports
Hasil Piala FA Southampton Vs Arsenal, Gol Bunuh Diri Gabriel Buat The Gunners Kalah

Hasil Piala FA Southampton Vs Arsenal, Gol Bunuh Diri Gabriel Buat The Gunners Kalah

Liga Inggris
Dikabarkan Bakal Tarik Achraf Hakimi dari Inter Milan, Real Madrid Beri Klarifikasi

Dikabarkan Bakal Tarik Achraf Hakimi dari Inter Milan, Real Madrid Beri Klarifikasi

Sports
Lama Tak Bertanding Tenis, Ini Harapan Ashleigh Barty di Australia Open 2021

Lama Tak Bertanding Tenis, Ini Harapan Ashleigh Barty di Australia Open 2021

Sports
Sepasang Rekor Buruk Ancam Langkah Rossoneri dl Laga AC Milan Vs Atalanta

Sepasang Rekor Buruk Ancam Langkah Rossoneri dl Laga AC Milan Vs Atalanta

Liga Italia
Ahsan/Hendra Kalah pada Semifinal Thailand Open II, Pelatih Sebut Faktor Stamina dan Usia

Ahsan/Hendra Kalah pada Semifinal Thailand Open II, Pelatih Sebut Faktor Stamina dan Usia

Badminton
Alaves Vs Real Madrid - Sudah Tanpa Zidane, Los Blancos Juga Tak Diperkuat 5 Pemain

Alaves Vs Real Madrid - Sudah Tanpa Zidane, Los Blancos Juga Tak Diperkuat 5 Pemain

Liga Spanyol
Luis Suarez Bakal Dapat Kenaikan Gaji jika Capai 15 Gol

Luis Suarez Bakal Dapat Kenaikan Gaji jika Capai 15 Gol

Liga Spanyol
Alaves Vs Real Madrid - Ambil Alih Tugas Zidane, David Bettoni Pimpin Benzema cs

Alaves Vs Real Madrid - Ambil Alih Tugas Zidane, David Bettoni Pimpin Benzema cs

Liga Spanyol
Duel Petinju Legendaris Vs YouTuber Ditunda dan Dijadwal Ulang

Duel Petinju Legendaris Vs YouTuber Ditunda dan Dijadwal Ulang

Sports
Juventus Incar Gelar Selanjutnya Usai Juara Piala Super Italia, Scudetto?

Juventus Incar Gelar Selanjutnya Usai Juara Piala Super Italia, Scudetto?

Sports
Martin Odegaard, Bisa Apa Gelandang Buangan Real Madrid di Arsenal?

Martin Odegaard, Bisa Apa Gelandang Buangan Real Madrid di Arsenal?

Liga Inggris
Prediksi Susunan Pemain Udinese Vs Inter, Kans Lukaku Akhiri Puasa Gol di Liga Italia

Prediksi Susunan Pemain Udinese Vs Inter, Kans Lukaku Akhiri Puasa Gol di Liga Italia

Sports
Legenda AC Milan Dukung Juventus Raih Scudetto, Ini Alasannya

Legenda AC Milan Dukung Juventus Raih Scudetto, Ini Alasannya

Sports
Australia Open 2021, Harapan Petenis Putri Nomor Satu Dunia

Australia Open 2021, Harapan Petenis Putri Nomor Satu Dunia

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X