Kocek Borussia Dortmund Kian Menipis

Kompas.com - 19/08/2020, 10:44 WIB
Gelandang Borrusia Dortmund, Marco Reus, mengalami cedera yang membuatnya absen hingga akhir tahun 2014. Dok. BVBGelandang Borrusia Dortmund, Marco Reus, mengalami cedera yang membuatnya absen hingga akhir tahun 2014.

DORTMUND, KOMPAS.com - Badai krisis pandemi corona menghantam kondisi keuangan klub Bundesliga Borrusia Dortmund.

Sampai dengan musim 2019-2020, Dortmund kehilangan pendapatan hingga 43,9 juta euro atau setara dengan Rp 768,25 miliar.

Baca juga: Susunan Pemain Hamburg SV VS Borrusia Dortmund

"Angka ini jauh lebih besar ketimbang saat pandemi corona belum melanda," kata pernyataan Dortmund.

Para pemain Borussia Dortmund merayakan gol Emre Can ke gawang Hertha Berlin di Signal Iduna Park, Sabtu (6/6/2020).AFP/POOL/Lars Baron Para pemain Borussia Dortmund merayakan gol Emre Can ke gawang Hertha Berlin di Signal Iduna Park, Sabtu (6/6/2020).

Dortmund yang duduk di posisi kedua klasemen akhir musim 2019-2020 kian menipis koceknya lantaran gagal menghadirkan total kapasitas penuh Stadion Signal Iduna Park sebesar 81.000 orang per laga.

Pemicunya, selama pandemi corona, semua laga Bundesliga hanya dilaksanakan di stadion tanpa kehadiran langsung penonton.

Jadon Sancho melakukan selebrasi seusai mencetak gol pada laga Borussia Dortmund v FC Cologne di Stadion Signal Iduna Park dalam lanjutan Bundesliga, kasta teratas Liga Jerman, 24 Januari 2020.AFP/ INA FASSBENDER Jadon Sancho melakukan selebrasi seusai mencetak gol pada laga Borussia Dortmund v FC Cologne di Stadion Signal Iduna Park dalam lanjutan Bundesliga, kasta teratas Liga Jerman, 24 Januari 2020.

Padahal, pemasukan dari tiket pertandingan berperan besar bagi pendapatan Dortmund.

Lantaran itu, keuntungan Dortmund sebesar 17,4 juta euro atau setara dengan Rp 304,5 miliar hangus.

Lantas, pendapatan konsolidasi sebelum pajak dan sebagainya (EBITDA) tercatat hanya 63 juta euro atau setara dengan Rp 1,102 triliun.

Mata uang euroGetty Images/iStockphoto Mata uang euro

Capaian ini adalah 53 juta euro lebih rendah ketimbang pencapaian musim 2018-2019.

Jika dibandingkan, pendapatan konsolidasi pada 2019-2020 dengan 2018-2019, Dortmund hanya mencatatkan angka 370,2 juta euro atau Rp 6,478 triliun.

Para pemain Borussia Dortmund merayakan gol Emre Can ke gawang Hertha Berlin di Signal Iduna Park, Sabtu (6/6/2020).AFP/POOL/Lars Baron Para pemain Borussia Dortmund merayakan gol Emre Can ke gawang Hertha Berlin di Signal Iduna Park, Sabtu (6/6/2020).

"Pendapatan ini stagnan," kata pernyataan Dortmund.

Dortmund, selanjutnya, mengalami kenaikan 1,4 persen pendapatan dari hak siar televisi di angka 169,8 juta euro atau Rp 2,971 triliun.

Pendapatan dari iklan mengalami kenaikan 1,2 persen menjadi 98 juta euro atau Rp 1,715 triliun untuk musim 2019-2020 dibandingkan 2018-2019.

Pemasukan dari penyelenggaraan acara dan penjualan makanan di Stadion Signal Iduna Park naik 16,1 persen atau menghasilkan uang 36,6 juta euro atau Rp 640,5 miliar.



Sumber FirstPost
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X