Kompas.com - 09/06/2020, 20:45 WIB
Kiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga Hermansyah. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOKiper Timnas Indonesia Kurnia Meiga Hermansyah.

KOMPAS.com - Mantan kiper timnas Indonesia, Kurnia Meiga Hermansyah, memilih Boaz Solossa sebagai lawan tersulit yang pernah dihadapi.

Hal itu diungkapkan Kurnia Meiga ketika berbincang dengan gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi, di kanal Youtube Hanif & Rendy Show.

Dalam acara tersebut, Kurnia Meiga bercerita soal banyak tema mulai dari awal perjalanan kariernya hingga lawan terberat yang pernah dihadapi.

Untuk tim terberat yang pernah dihadapi, Kurnia Meiga tidak bisa menjawab.

Pria kelahiran Jakarta itu menilai semua tim di Indonesia punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun, untuk pemain, Kurnia Meiga menilai Boaz Solossa adalah lawan terberat karena memiliki kemampuan di atas rata-rata.

"Striker tersulit yang pernah saya hadapi mungkin Boas Solossa," kata Kurnia Meiga.

"Menurut saya, insting bermain Boaz di atas rata-rata. Dia punya kecepatan dan naluri pembunuh," tutur Kurnia Meiga.

"Kalau striker itu. Kita cinta produk lokal saja," ucap Kurnia Meiga menambahkan.

Baca juga: Kurnia Meiga Kirim Sinyal Comeback Setelah Hampir 3 Tahun Menepi

Selama kariernya, Kurnia Meiga hanya membela satu tim, yakni Arema FC. Kurnia Meiga datang ke Kota Malang pada 2008 saat masih berusia 18 tahun.

Nama Kurnia Meiga langsung mencuat ketika membawa Arema juara Indonesia Super League (ISL) musim 2009-2010.

Kurnia Meiga membawa Arema juara dengan keunggulan enam poin dari tim Boaz Solossa, Persipura Jayapura, di urutan kedua.

Meski baru tampil reguler pada putaran kedua, Kurnia Meiga sukses mengawinkan trofi juara dengan gelar pemain terbaik ISL pada musim tersebut.

Momen itu menjadi sejarah karena Kurnia Meiga menjadi kiper pertama dan satu-satunya yang mampu meraih gelar pemain terbaik Liga Indonesia hingga saat ini.

Hebatnya, prestasi itu didapatkan Kurnia Meiga ketika masih berusia 19 tahun.

Setelah musim 2009-2010, posisi Kurnia Meiga di Arema maupun timnas Indonesia tidak tergantikan.

Untuk lawan terberat di level internasional, Kurnia Meiga memilih timnas Thailand.

"Di timnas, lawan terberat waktu zaman saya mungkin Thailand," kata Kurnia Meiga.

"Mungkin saat di SEA Games 2013 menjadi yang terberat karena komposisi mereka tidak berubah dari 2011," tutur Kurnia Meiga.

Baca juga: Arema FC Jawab Isu soal Kembalinya Kiper Kurnia Meiga

Di SEA Games 2013, timnas Indonesia gagal meraih medali emas setelah kalah 0-1 dari Thailand pada laga final.

Selama membela timnas Indonesia, Kurnia Meiga belum pernah merasakan gelar juara.

Namun, Kurnia Meiga pernah dinobatkan menjadi pemain terbaik Piala AFF 2016.

Saat itu, Kurnia Mega hanya bisa membawa timnas Indonesia menjadi runner-up setelah kalah agregat 2-3 dari Thailand.

Kurnia Meiga kini tengah bersiap kembali merumput setelah hampir tiga tahun absen karena cedera misterius.

Dalam keterangannya, Kurnia Meiga menyebut kondisi kebugarannnya sudah 70 persen dan kemungkinan bisa kembali dalam waktu dekat.

Namun, Kurnia Meiga masih belum bisa memastikan waktu dan tim mana yang akan dibela ketika nantinya kembali.



Sumber YouTube
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X