Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenang Keajaiban di Istanbul, Laga yang Hampir Benamkan Mimpi Liverpool

Kompas.com - 25/05/2020, 16:30 WIB
Benediktus Agya Pradipta,
Tri Indriawati

Tim Redaksi

Sumber AFP

Pasca-gol ketiga Liverpool tercipta, Gerrard kembali termotivasi dan berusaha memaksakan babak tambahan waktu hingga adu penalti.

"Setelah gol ketiga, saya berpikir, 'Mari kita berikan waktu tambahan dan penalti'," ujarnya.

Terjadilah seperti apa yang dipikirkan Gerrard, skor 3-3 bertahan hingga pemenang harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Dari lima algojo AC Milan, hanya John Dahl Tomasson dan Kaka yang berhasil menjalankan tugas.

Adapun tiga penendang lainnya, Serginho, Andrea Pirlo, dan Andriy Shevchenko gagal mengeksekusi penalti.

Sementara itu, Liverpool sukses memenangi partai puncak lewat eksekusi penalti Dietmar Hamann, Djibril Cisse, dan Vladimir Smicer.

Kesuksesan Liverpool dalam partai final Liga Champions 2005 kemudian dikenang dengan peristiwa "keajaiban di Istanbul".

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com