Kompas.com - 02/05/2020, 17:00 WIB
Para pemain Leicester City merayakan gol ke gawang Everton, dalam lanjutan Premier League di Stadion King Power, Sabtu (7/5/2016) waktu setempat. ADRIAN DENNIS/AFPPara pemain Leicester City merayakan gol ke gawang Everton, dalam lanjutan Premier League di Stadion King Power, Sabtu (7/5/2016) waktu setempat.

KOMPAS.com - Pada awal musim, tidak ada yang menyangka Leicester City bakal menjadi juara Premier League kala itu.

Namun, hari ini empat tahun yang lalu, The Foxes - julukan Leicester - berhasil membuktikan bahwa mereka pantas menjadi juara kasta tertinggi Liga Inggris.

Saat musim 2015-2016 mulai bergulir, Leicester bukan tim unggulan.

Pada musim sebelumnya, Leicester hampir terdegradasi ke divisi Championship.

Baca juga: Gejala-gejala Terjangkit Virus Corona, Tiga Pemain Leicester City Masuk Karantina

Bursa taruhan kala itu memberikan odds atau peluang 5000:1 kepada Leicester untuk menjadi juara Liga Inggris 2015-2016.

Akan tetapi, tim asuhan Claudio Ranieri itu berhasil membalikkan semua prediksi dengan menjadi kampiun.

Kepastian itu didapat setelah pesaing terberat mereka, Tottenham Hotspur, bermain imbang dengan Chelsea pada pekan ke-36.

Digelar di Stamford Bridge, 2 Mei 2016, laga Chelsea vs Tottenham berakhir dengan skor 2-2.

Hasil tersebut memastikan Tottenham gagal menyalip Leicester hingga akhir musim.

Selain itu, pasukan Mauricio Pochettino itu juga turun ke posisi ketiga disalip Arsenal.

Sejumlah suporter Leicester City merayakan keberhasilan timnya menjadi juara Premier League seusai menyaksikan laga Chelsea vs Tottenham di pub di timur Leicester, Senin (2/5/2016). LEON NEAL/AFP Sejumlah suporter Leicester City merayakan keberhasilan timnya menjadi juara Premier League seusai menyaksikan laga Chelsea vs Tottenham di pub di timur Leicester, Senin (2/5/2016).

Di klasemen akhir Liga Inggris 2015-2016, Leicester unggul 10 poin atas Arsenal yang menempati posisi kedua.

Sementara Tottenham menghuni peringkat ketiga, berselisih 11 poin dari sang kampiun.

Ranieri bangga dengan capaian anak asuhnya pada saat itu.

Baca juga: Saat Kejayaan Leicester City, Mahrez Catatkan Rekor di Liga Inggris

Juru taktik asli Italia itu juga tidak menyangka Leicester bisa menjadi juara.

"Saya begitu bangga (dengan pemain)," ujar Claudio Ranieri, dikutip dari The Guardian.

"Saya tidak pernah berharap ini ketika saya datang ke Leicester. Saya seorang pragmatis dan hanya ingin menang setiap laga, membantu pemain saya untuk memperbaiki setiap pekan."

"Tidak pernah saya berpikir terlalu banyak soal juara," eks pelatih Juventus dan Chelsea itu.

Beberapa pilar Leicester City pun langsung melambung setelah The Foxes juara Liga Inggris.

Nama-nama seperti Jamie Vardy, Kasper Schmeichel, N'Golo Kante, Riyad Mahrez, hingga Danny Drinkwater menjadi sorotan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.