Tiga Cabor Ini Teken MoU Pelatnas 2020

Kompas.com - 28/02/2020, 20:25 WIB
Atlet menembak Indonesia Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (tengah) dan Fathur Gustafian mengikuti kualifikasi 10 meter Air Rifle Mixed Team SEA Games 2019 di Philippine Marine Shooting Range Total, Manila, Filipina, Kamis (5/12/2019). Fathur dan Vidya berhasil meraih medali emas dengan skor total 17 mengalahkan Thailand yang hanya mendapatkan skor total 7 dalam partai final. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANAtlet menembak Indonesia Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (tengah) dan Fathur Gustafian mengikuti kualifikasi 10 meter Air Rifle Mixed Team SEA Games 2019 di Philippine Marine Shooting Range Total, Manila, Filipina, Kamis (5/12/2019). Fathur dan Vidya berhasil meraih medali emas dengan skor total 17 mengalahkan Thailand yang hanya mendapatkan skor total 7 dalam partai final.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga cabang olahraga yakni menembak (Perbakin), taekwondo (TI), dan tinju (Pertina) meneken nota kesepahaman (MoU) untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) 2020.

MoU itu berkaitan erat, tulis laman antaranews.com, dengan tindak lanjut bantuan pemerintah untuk pelatnas Olimpiade 2020.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Presiden IOC Tak Ingin Berspekulasi

Pihak yang bertanda tangan dari pemerintah adalah Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Menpora Zainudin Amali menyaksikan penandatanganan itu.

Petinju putra Indonesia, Farrand Papendang beraksi saat melawan petinju dari Thailand, Khunatip Pidnuch di kelas 60 kg di PICC Forum, Manila, Filipina, Minggu (8/12/2019). Farrand Papendang gagal melaju ke final.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petinju putra Indonesia, Farrand Papendang beraksi saat melawan petinju dari Thailand, Khunatip Pidnuch di kelas 60 kg di PICC Forum, Manila, Filipina, Minggu (8/12/2019). Farrand Papendang gagal melaju ke final.

Pihak penandatangan adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemenpora Yayan Rubaeni dengan Ketua Umum PB Perbakin Joni Supriyanto, Ketua Umum PB TI H.M, Thamrin Marzuki, dan Ketua Umum PB Pertina Johni Asadoma.

Pada MoU itu tercatat, PB Perbakin mendapat dana Rp 7,9 miliar dari usulan awal Rp 9,9 miliar.

PB TI mendapat Rp 3,6 miliar dari pengajuan Rp 3,7 miliar.

Kemudian, PB Pertina mendapat dana Rp 5,2 miliar dari rencana Rp 7,3 miliar.

Thomas Hardianto saat meraih medali perunggu pada kompetisi taekwondo di Sumatera Barat tahun 2018 lalu.Dok. Istimewa Thomas Hardianto saat meraih medali perunggu pada kompetisi taekwondo di Sumatera Barat tahun 2018 lalu.

Selain untuk Pelatnas 2020, dana digunakan untuk pembinaan jangka panjang atlet pelapis maupun junior.

Mereka dipersiapkan untuk SEA Games 2021, Asian Games 2022, dan Olimpiade 2024.

Komponen dana digunakan untuk honorarium, akomodasi, try out, try in, training camp, suplemen, peralatan, asuransi, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk manajer, pelatih, dan tenaga pendukung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X