Simon Kjaer Direkrut AC Milan, Pernah Bermasalah dengan Ibrahimovic

Kompas.com - 14/01/2020, 11:30 WIB
Penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic (kanan), berduel dengan bek Fenerbahce, Simon Kjaer, dalam partai Liga Europa di Stadion Sukru Saracoglu, Kamis (3/11/2016) waktu setempat. STRINGER/AFPPenyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic (kanan), berduel dengan bek Fenerbahce, Simon Kjaer, dalam partai Liga Europa di Stadion Sukru Saracoglu, Kamis (3/11/2016) waktu setempat.

KOMPAS.com - AC Milan resmi merekrut Simon Kjaer sebagai pemain kedua yang didatangkan pada bursa transfer musim dingin.

Simon Kjaer direkrut setelah Zlatan Ibrahimovic lebih dulu datang ke klub berjuluk Rossoneri akhir Desember tahun lalu.

Melihat perjalan karier keduanya, Simon Kjaer dan Ibrahimovic pernah bermain satu lapangan, tetapi sebagai lawan.

Saat itu, Ibrahimovic masih berseragam Manchester United, sementara Kjaer berposisi bek di Fenerbahce. Kedua tim bersua di laga Liga Europa.

Baca juga: Simon Kjaer: Bermain untuk AC Milan adalah Impian Saya

Parahnya, keduanya terlibat cekcok. Ibra, ditambah kondisi Man United tertinggal 0-1, dari Fenerbahce sempat mencekik leher Kjaer.

Waktu terus berjalan hingga dua pemain yang pernah mengemban ban kapten di timnasnya masing-masing itu bermain sebagai rekan satu tim.

"Zlatan tetaplah Zlatan. Dia tak membutuhkan komentar saya atau orang lain untuk menjelaskan betapa bagusnya dia. Semua tahu kekuatannya," puji Kjaer dikutip Football Italia.

"Pada usia 30 atau 38 tahun, dia tetap sosok yang sama seperti yang sering saya hadapi. Secara fisik, mungkin tak seperti 10 tahun lalu, tapi dia tetap berbahaya," kata dia.

Baca juga: Simon Kjaer, Bek Anyar AC Milan yang Dikenal sebagai Pengelana

Simon Kjaer didatangkan dari Sevilla dengan status pinjaman dengan opsi pembelian permanen pada akhir musim.

Kapasitas Kjaer untuk meningkatkan kualitas lini pertahanan AC Milan bisa dipertanyakan.

Pasalnya, selama ini Kjaer dikenal sebagai bek pengelana yang tidak bisa bertahan lama di sebuah klub.

Setelah Midtjylland (2007-2008), Kjaer kemudian membela Palermo (2008-2010), Wolfsburg (2010-2013), AS Roma (2011-2012), Lille (2013-2015), Fenerbahce (2015-2017), Sevilla (2017-2019), Atalanta (2019), dan sekarang AC Milan.

Saat masa peminjamannya dari Sevilla ke Atalanta pada bursa transfer musim panas lalu, Kjaer gagal meraih posisi reguler.

Baca juga: AC Milan Siap Depak Suso, AS Roma Jadi Tujuan Favorit

Di bawah asuhan pelatih Gian Piero Gasperini, Kjaer hanya bisa mengoleksi enam penampilan.

"Milan memiliki banyak pemain muda dengan kualitas bagus. Saya datang karena tertarik dengan proyek yang dipresentasikan kepada saya," katanya.

"Bukan menjadi masalah dengan status pinajaman, tetapi saya harap bisa menunjukkan bahwa saya berhak berada di sini dan mengerahkan yang terbaik untuk klub," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X