Bepe Sebut Orang Indonesia Suka yang Instan, Termasuk Prestasi

Kompas.com - 19/12/2019, 21:00 WIB
Bambang Pamungkas merayakan golnya selama pertandingan sepakbola AFF Suzuki Cup melawan Kamboja di Jakarta Bambang Pamungkas merayakan golnya selama pertandingan sepakbola AFF Suzuki Cup melawan Kamboja di Jakarta
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bambang Pamungkas adalah salah satu pesepak bola yang paling tidak menyukai seringnya pergantian pelatih di tim nasional.

Selama menjalani karier di dunia sepak bola, Bepe (demikian sapaan akrabnya) sempat beberapa kali menuangkan pemikirannya mengenai efek buruk terlalu seringnya timnas berganti-ganti pelatih.

Selain pada 2013, pada tahun 2008, Bepe juga sempat menulis kegelisahannya mengenai seringnya timnas bergonta-ganti pelatih. Ketika itu, ia masih aktif di timnas.

Baca juga: Bambang Pamungkas dan Karma Sepak Bola Indonesia

"Ketika itu saya juga sampaikan kegelisahan saya tersebut kepada pengurus PSSI, mengenai kebijakan yang menurut saya harus dikaji ulang. Akan tetapi pada kenyataannya kebiasaan gonta-ganti pelatih itu, tetap saja terjadi hingga saat ini," kata Bepe melalui blog pribadinya.

Menurut Bepe, ada hal yang paling menyedihkan di balik seringnya timnas bergonta-ganti pelatih, yakni pergantian terkadang bukan disebabkan hasil yang diperoleh di atas lapangan.

Tetapi lebih kepada kebijakan politis dari para elite pengurus PSSI yang tengah berseteru.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia kemudian mencontohkan nama-nama seperti Alfred Riedl, Wim Rijsbergen, Nilmaizar, dan Manuel Blanco.

Khusus nama terakhir, Bepe menyebut apa yang dialami Blanco adalah preseden paling buruk dalam sejarah kepelatihan tim nasional Indonesia.

Blanco tercatat menjadi pelatih timnas Indonesia yang tak pernah memimpin timnya dalam pertandingan.

"Bagaimana seorang pelatih ditunjuk untuk mempersiapkan tim, tetapi kemudian tiba-tiba posisinya diganti beberapa hari jelang laga digelar, kemudian diangkat kembali menjadi pelatih timnas sehari setelah laga yang seharusnya menjadi debutnya bersama tim nasional Indonesia," kenang Bepe.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X