Menpora Malaysia Sudah Minta Maaf secara Resmi soal Insiden Bukit Jalil

Kompas.com - 15/12/2019, 06:46 WIB
Fuad Naji dan Jovan, suporter timnas Indonesia yang menjadi korban pengeroyokan di Malaysia, saat datang ke Kantor Kemenpora di Jakarta pada Kamis (28/11/2019). Fuad dan Jovan datang dengan didampingi artis Darius Sinatrya. Kedatangan mereka diterima oleh Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto. Kompas.com/Alsadad RudiFuad Naji dan Jovan, suporter timnas Indonesia yang menjadi korban pengeroyokan di Malaysia, saat datang ke Kantor Kemenpora di Jakarta pada Kamis (28/11/2019). Fuad dan Jovan datang dengan didampingi artis Darius Sinatrya. Kedatangan mereka diterima oleh Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Belia dan Sukan alias Menpora Malaysia, Syed Saddiq Bin Syed Abdul Rahman, diketahui sudah menyampaikan permintaan maaf secara resmi ke Pemerintah Indonesia.

Permintaan maaf itu disampaikan Saddiq lewat surat yang dikirimkan kepada Kemenpora tertanggal 22 November 2019.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Saddiq itu berisi permohonan maaf atas kejadian yang telah menimpa suporter Indonesia saat laga timnas Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, 19 November lalu.

Ketika itu, tribune yang ditempati suporter Indonesia diserang dan dilempari flare oleh oknum suporter Malaysia.

Baca juga: Suporter Indonesia yang Dikeroyok di Malaysia Minta Kasus Tak Diarahkan ke Perampokan

Surat tersebut juga membahas kejadian lain yang disebut masih berkaitan dengan laga Malaysia vs Indonesia, yakni pengeroyokan yang dialami dua WNI, yakni Fuad Naji dan Jovan, di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, sehari sebelumnya.

Dalam surat yang dikirimkan Saddiq, disebutkan bahwa Pemerintah Malaysia telah menyampaikan laporan kejadian yang telah menimpa Fuad dan Jovan kepada pihak Kepolisian Malaysia.

"Kepada pihak Kepolisian Malaysia diminta dengan segera mengusut secara tuntas masalah tersebut dengan meminta korban dari warga negara Indonesia untuk berkenan memberikan keterangan kesaksian," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (14/12/2019).

"Sehingga terduga pelakunya dapat segera diproses secara hukum tanpa pandang bulu," lanjutnya.

Sebagai penutup dalam surat tersebut, Saddiq sekali lagi menyampaikan permohonan maaf dan berharap kejadian tersebut tidak memperburuk hubungan kedua negara yang sudah baik selama ini.

"Bagi Kemenpora, dengan adanya surat balasan tersebut, sudah cukup sebagai indikasi konkret iktikad baik Pemerintah Malaysia untuk menyelesaikan masalah karena permintaan maaf secara tertulis sudah dipenuhi," sebut Gatot.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X