SEA Games 2019, Bus untuk Tim Bulu Tangkis Indonesia Alami Keterlambatan

Kompas.com - 30/11/2019, 15:16 WIB
Jonatan Christie lolos ke semifinal French Open 2019 setelah menyingkirkan wakil Denmark, Anders Antonsen, di Stade Pierre de Coubertin, Perancis, Jumat (25/10/2019). DOK. BADMINTONINDONESIAJonatan Christie lolos ke semifinal French Open 2019 setelah menyingkirkan wakil Denmark, Anders Antonsen, di Stade Pierre de Coubertin, Perancis, Jumat (25/10/2019).

KOMPAS.com - Serangkaian kekacauan yang terjadi pada ekan pertama SEA Games 2019 kembali dialami oleh kontingen negara peserta.

Kali ini giliran Jonatan Christie dkk yang terkena imbas dari ketidaksiapan panitia penyelenggara.

Jelang pertandingan cabor bulu tangkis pada hari Minggu (1/11/2019), tim bulu tangkis Indonesia dijadwalkan melakukan latihan uji coba lapangan di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, pada Sabtu (30/11/2019) pagi.

Baca juga: Polo Air Putra Persembahkan Emas Pertama Indonesia di SEA Games 2019

Namun, sesi latihan terpaksa mundur dua jam karena masalah transportasi.

Tim bulu tangkis Indonesia seharusnya latihan pada pukul 08.00 waktu setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perjalanan dari hotel menuju lokasi latihan menempuh waktu kurang lebih dua jam, sehingga mereka tentu harus berangkat lebih awal.

Akan tetapi, bus ofisial baru datang menjemput tim bulu tangkis Indonesia pada pukul 08.00.

"Transportasinya terlambat sampai dua jam. Otomatis jadwal latihan jadi terlambat," ucap manajer tim bulu tangkis Indonesia, Eddy Prayitno, yang dikutip dari Badminton Indonesia.

"Kami akhirnya minta panitia untuk reschedule jadwal latihan kami," kata Eddy melanjutkan.

Saat dimintai konfirmasi, panitia penyelenggara mengatakan bahwa keterlambatan tersebut terjadi karena seluruh transportasi dikhususkan untuk persiapan upacara pembukaan SEA Games 2019.

Eddy mengatakan bahwa hal tersebut juga terjadi kepada kontingen bulu tangkis dari beberapa negara lainnya.

Dia menyatakan bahwa pelayanan transportasi yang tak optimal bisa menggangu persiapan atlet yang akan melakukan uji coba dan latihan.

Setelah bus datang, Eddy menceritakan bahwa panitia hanya menyiapkan dua bus untuk enam negara.

Baca juga: Kunci Sukses Polo Air Putra Persembahkan Emas Pertama Indonesia di SEA Games 2019

"Bus yang disediakan hanya dua untuk enam negara. Kapasitas bus 50 orang, jadi semua atlet numpuk masuk bus," kata Eddy.

"Kami utamakan atlet dulu. Sementara ofisial dari berbagai negara menggunakan transportasi online, pesan sendiri," lanjutnya.

Eddy menambahkan bahwa ketika ingin melakukan manajer meeting, dia dan kontingen lainnya juga harus menggunakan transportasi online sendiri.

"Enggak hanya latihan ini. Kami mau manajer meeting juga pesan taksi dan transportasi online sendiri. Dari panitia tidak menyedikan. Ini cukup mengganggu mobilitas kami," ucap Eddy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.