Timnas Indonesia Kalah Lagi, Salah Siapa?

Kompas.com - 16/10/2019, 06:00 WIB
Selebrasi penyerang Persija, Bambang Pamungkas seusai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar pada laga 8 Besar Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Kota Solo, Minggu (4/2/2018) sore. SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COMSelebrasi penyerang Persija, Bambang Pamungkas seusai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar pada laga 8 Besar Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Kota Solo, Minggu (4/2/2018) sore.

Namun hal tersebut tentu tak bisa terwujud tanpa kesadaran semua pihak, tak terkecuali suporter.

Pemain senior Bambang Pamungkas sempat mengeluhkan kekerasan oleh oknum suporter yang belum kunjung berhenti terjadi di blantika sepak bola Indonesia.

Hal itu disampaikan Bepe, sapaan Bambang, usai pelemparan bus pemain Persib Bandung usai laga melawan Tira Persikabo, di Bogor, 14 September lalu.

Menurut Bepe, kekerasan suporter bisa mengakibatkan perizinan pertandingan jadi sulit didapat.

Baca juga: Indonesia Vs Thailand, McMenemy Sayangkan Cemoohan Suporter ke Andritany

Bepe menilai fanatisme suporter di Indonesia memang luar biasa. Ia menganggap hal tersebut sebagai aset yang sangat berharga bagi sepak bola kita.

Namun jika hal tersebut sudah malampaui batas dan berujung anarkis, ia menilai justru sepak bola Indonesia secara keseluruhan lah yang dirugikan.

"Coba bayangkan: Jika dikarenakan tindakan suporter tersebut membuat ijin keamanan, dan penyelenggaraan pertandingan sepak bola menjadi sulit didapat? Atau dikarenakan sepak bola sudah dianggap menjadi aktifitas yang membahayakan masyarakat, maka pemerintah mencabut rekomendasi liga, sehingga dengan sangat terpaksa liga harus dihentikan?" tulis Bepe lewat Instagram pribadinya.

"Jika amit-amit sampai begitu, siapa yang kemudian dirugikan? Pernahkah itu terpikir di benak kita? Secara prestasi sepak bola Indonesia ini belum memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Jadi jangan lagi ditambah dengan hal-hal yang sifatnya memperburuk citra sepak bola Indonesia," ujar legenda Persija Jakarta itu.

"Saya masih percaya jika kita semua adalah orang-orang beradab. Maka dari itu mari kita hentikan kebiasaan buruk ini. We are so much better than this," tutup pemain yang masih aktif bermain di usia 39 tahun ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X