Kompas.com - 10/10/2019, 06:00 WIB
Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo (kemeja putih) berbincang dengan megabintang Barcelona, Lionel Messi (paling kiri) saat sama-sama menghadiri malam penghargaan UEFA Mens Player of The Year 2019, di Monako, Kamis (29/8/2019) atau Jumat dini hari WIB. www.uefa.comMegabintang Juventus, Cristiano Ronaldo (kemeja putih) berbincang dengan megabintang Barcelona, Lionel Messi (paling kiri) saat sama-sama menghadiri malam penghargaan UEFA Mens Player of The Year 2019, di Monako, Kamis (29/8/2019) atau Jumat dini hari WIB.
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah dua nama yang terus-menerus dibanding-bandingkan kemampuannya di dunia sepak bola hampir satu dekade terakhir.

Legenda sepak bola asal Bulgaria, Dimitar Berbatov, menilai alangkah lebih baik jika keduanya diberikan penghargaan Ballon d'Or dan FIFA Best Player Award secara bergantian.

Keduanya pernah bersaing secara langsung di Liga Spanyol selama sembilan tahun.

Ronaldo memperkuat Real Madrid, sedangkan Messi di tim rival, Barcelona. Selama 10 tahun, keduanya berbagi penghargaan Ballon d'Or, masing-masing lima kali.

Pada 2018, Ronaldo hengkang Italia untuk bergabung ke Juventus. Belum lama ini, Ronaldo gagal mengalahkan Messi yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik FIFA 2019.

Padahal, Ronaldo sudah membantu Juve memenangi Serie A dan timnas Portugal menjuarai UEFA Nations League.

Setelah FIFA Best Player Award, akan ada penghargaan Ballon d'Or yang baru akan diumumkan Januari mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: FIFA Tanggapi Isu Soal Gelar Pemain Terbaik FIFA 2019 Milik Messi

Berbatov adalah mantan rekan setim Ronaldo di Man United. Namun, ia menghormati Messi yang pernah dihadapinya selama karier klubnya.

"Ronaldo versus Messi, bagaimana Anda bisa memisahkan mereka?" kata Berbatov kepada Goal.

"Saya pikir mereka harus mendapatkan penghargaan mereka dan memberikannya kepada mereka berdua setiap saat," katanya.

"Anda tidak bisa mengatakan yang ini lebih baik daripada yang lain," ujar dia lagi.

Menurut Berbatov, Ronaldo memang lebih tampak sebagai orang yang menginginkan penghargaan daripada Messi. Sebab, Ronaldo memang penuh ambisi.

Namun, ia menganggap bukan berarti Messi tidak punya hasrat yang sama.

"Messi tidak menunjukkannya, tetapi di dalam dan ketika di rumah, dia mungkin berpikir, 'saya akan mengalahkan semua orang'," ucap Berbatov.

Baca juga: Juventus Anggap Ronaldo Lebih Pantas Jadi Pemain Terbaik FIFA 2019

Berbatov baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya setelah berkarier untuk klub dan negara.

Mantan penyerang Man United itu sempat bercanda bahwa Ronaldo tahu bagaimana resep awet muda.

Sebab, di usia yang sudah menginjak 34 tahun, Ronaldo tetap bisa terus menjadi salah satu penyerang sepak bola dunia yang paling ditakuti.

"Saya sangat menghormati umur panjang Ronaldo. Dia berusia 34 tahun! Dia bermain untuk Juventus sebagai pemain bintang setelah bermain di Inggris dan Spanyol, sekarang Italia. Di setiap kejuaraan dia telah melakukan dengan sangat baik," kata Berbatov.

"Lihatlah fisiknya, bagaimana dia mempersiapkan diri. Dia tahu bagaimana caranya untuk tetap awet muda. Dia bisa menjaga dirinya tetap muda di jiwanya," katanya.



Sumber GOAL
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penggawa PS Sleman Lelang Koleksi Sepatunya di 'PSS for Humanity'

Penggawa PS Sleman Lelang Koleksi Sepatunya di "PSS for Humanity"

Liga Indonesia
Kata Chen Long Usai Menang atas Anthony Ginting dan Tembus Final Olimpiade Tokyo

Kata Chen Long Usai Menang atas Anthony Ginting dan Tembus Final Olimpiade Tokyo

Badminton
Profil Viktor Axelsen, Tunggal Putra Denmark Cetak Sejarah di Olimpiade

Profil Viktor Axelsen, Tunggal Putra Denmark Cetak Sejarah di Olimpiade

Sports
Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long

Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long

Badminton
Mengapa Olimpiade Tokyo Menggunakan Nama '2020' meski Digelar 2021?

Mengapa Olimpiade Tokyo Menggunakan Nama "2020" meski Digelar 2021?

Sports
Kata Kevin Cordon usai Kalah dari Viktor Axelsen: Saya Hanya Bersenang-senang

Kata Kevin Cordon usai Kalah dari Viktor Axelsen: Saya Hanya Bersenang-senang

Badminton
Respons Icardi soal Rumor Pertukaran dengan Cristiano Ronaldo

Respons Icardi soal Rumor Pertukaran dengan Cristiano Ronaldo

Liga Lain
Angka 13 yang Tak Berpihak pada Ginting...

Angka 13 yang Tak Berpihak pada Ginting...

Sports
Hendra Setiawan Ucapkan Selamat Tinggal untuk Olimpiade

Hendra Setiawan Ucapkan Selamat Tinggal untuk Olimpiade

Badminton
Sprinter Jamaika Sapu Bersih Medali Nomor 100 Meter Putri, Salah Satunya Cetak Rekor Olimpiade

Sprinter Jamaika Sapu Bersih Medali Nomor 100 Meter Putri, Salah Satunya Cetak Rekor Olimpiade

Sports
Profil Chen Long, Juara Bertahan Olimpiade Penakluk Anthony Ginting

Profil Chen Long, Juara Bertahan Olimpiade Penakluk Anthony Ginting

Sports
Viktor Axelsen Ukir Rekor Baru Usai Lolos ke Final Badminton Olimpiade Tokyo

Viktor Axelsen Ukir Rekor Baru Usai Lolos ke Final Badminton Olimpiade Tokyo

Badminton
Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020

Takluk dari Juara Bertahan, Anthony Ginting Terhenti di Semifinal Olimpade Tokyo 2020

Badminton
Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo: Perwujudan Misi Federasi Badminton Guatemala

Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo: Perwujudan Misi Federasi Badminton Guatemala

Badminton
5 Klub Kompak Desak Bergulirnya Liga 1 2021

5 Klub Kompak Desak Bergulirnya Liga 1 2021

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X