Kompas.com - 17/07/2019, 10:41 WIB
Friksi antara Lionel Messi dan Gary Medel yang berujung kartu merah mewarnai pertandingan perebutan posisi ketiga Copa America 2019 antara Argentina vs Cile di Arena Corinthians, 6 Juli 2019. AFP/NELSON ALMEIDAFriksi antara Lionel Messi dan Gary Medel yang berujung kartu merah mewarnai pertandingan perebutan posisi ketiga Copa America 2019 antara Argentina vs Cile di Arena Corinthians, 6 Juli 2019.
|

KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) sedang melakukan upaya untuk membebaskan Lionel Messi dari hukuman.

Seperti yang diketahui, megabintang Barcelona itu dihadiahi kartu merah saat melakoni laga perebutan tempat ketiga Copa America 2019 melawan Cile.

Dalam laga yang dimenangi Argentina dengan skor 2-1 itu, Messi terlibat kontak fisik dengan gelandang Cile, Gary Medel.

Baca juga: Messi dari Jepang Sebut Real Madrid Tim Terbaik Dunia

Akibatnya, Messi dan Medel diusir ke luar lapangan oleh wasit.

Mengetahui kaptennya sedang "kesulitan", AFA pun tidak tinggal diam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir BolaSport.com dari La Nacion, mereka telah mengajukan permohonan kepada Komite Disiplin Conmebol agar mencabut hukuman kartu merah Messi.

Baca juga: Pengakuan Messi dari Jepang soal Eden Hazard

Dalam dokumen yang dikirimkan, AFA menyebut tindakan Messi tidak seharusnya berbuah kartu merah, melainkan hanya kuning.

AFA juga mempermasalahkan wasit Mario Diaz de Vivar lantaran mengambil keputusan tanpa memantau Video Assistant Referee (VAR) lebih dulu.

Bagi Messi sendiri, ini menjadi kartu merah kedua di sepanjang kariernya.

Kali pertama Si Kutu diusir pengadil lapangan adalah saat Argentina menjajal kekuatan Hungaria dalam laga persahabatan, 17 Agustus 2005.

Baca juga: Resmi ke Barcelona, Griezmann Bicara soal Target hingga Lionel Messi

Partai tersebut sekaligus menjadi debut Messi bareng tim senior Albiceleste.

Kendati demikian, Messi justru diganjar penghargaan diganjar penghargaan Balon Educativo de Scholas oleh Paus Fransiskus. 

Dia dianggap sebagai tokoh yang berpengaruh dalam dunia sepak bola, pada Jumat (12/7/2019). 

Penghargaan itu diberikan Yayasan Paus Fransiskus Scholas Occurentes selepas ajang Copa America 2019 rampung digelar. 

Messi dinilai pantas menerima penghargaan tersebut karena mampu menjaga nilai-nilai positif dalam sepak bola.

Baca juga: Resmi ke Barcelona, Griezmann Samakan Messi dengan LeBron James

Nilai-nilai yang dimaksud di sini adalah kerja keras, solidaritas, kejujuran, identitas, ketahanan, rasa hormat, dan kerja sama tim di sepanjang perhelatan Copa America 2019.

Kapten timnas Argentina ini memperoleh 34,28 persen suara mengungguli tiga kandidat lainnya, yakni gelandang Peru, Edison Flores (15,56 persen), kiper Peru, Pedro Gallese (11,28 persen), dan kapten timnas Brasil, Dani Alves (10,5 persen).

Suara tersebut berasal dari pemuda jejaring Yayasan Scholas di dunia dan pemungutan suaranya telah dimulai pada 1 Juni 2019 melalui akun resmi media sosial yayasan ini. (Ade Jayadireja)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.