Federasi Azerbaijan Kecewa Klopp Sindir Lokasi Final Liga Europa

Kompas.com - 15/05/2019, 17:41 WIB
Rute perjalanan London, Inggris ke Baku, Azerbaijan yang harus ditempuh pendukung Chelsea dan Arsenal yang ingin saksikan langsung final Liga Europa pada 29 Mei mendatang.BBC Rute perjalanan London, Inggris ke Baku, Azerbaijan yang harus ditempuh pendukung Chelsea dan Arsenal yang ingin saksikan langsung final Liga Europa pada 29 Mei mendatang.

KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Azerbaijan menyampaikan kekecewaannya terhadap pelatih Liverpool, Juergen Klopp, yang menyindir dipilihnya Baku sebagai lokasi final Liga Europa.

Akhir pekan lalu, Klopp menyampaikan tanggapan saat dimintai komentar soal dipilihnya Baku jadi lokasi final Liga Europa.

Pelatih Liverpool itu kemudian menyindir akses untuk mencapai Baku, serta melambungnya tarif hotel jelang hari final pada 29 Mei mendatang.

Melalui Sekretaris Jenderal-nya, Elkhan Mammadov, Federasi Azerbaijan mengatakan terkejut dengan komentar Klopp.

Baca juga: Klopp: Biaya Hotel Biasanya Rp 1,8 Juta Naik Rp 50,3 Juta, Gila!

Mereka menilai pada awalnya mengira Klopp adalah orang yang selalu memberi kesan positif.

"Selain itu, kita semua tahu bahwa dia adalah spesialis hebat yang telah mencapai hasil yang sangat luar biasa dalam sepak bola," kata Mammadov kepada kantor berita Azerbaijan, Trend.

"Tetapi dengan semua ini, saya sangat tidak setuju dengan pendapatnya bahwa sepak bola harus dibatasi secara geografis," lanjutnya.

Mammadov menyatakan semua pihak seharusnya bisa saling menghormati dan mempromosikan nilai-nilai sepakbola.

Salah satu nilai utamanya adalah perluasan batas-batas sepak bola dan globalisasi.

"Eropa telah lama melampaui perbatasan negara-negara bagian barat benua ini," ucap Mammadov.

Baca juga: Alasan UEFA Batasi Tiket Final Liga Europa untuk Chelsea dan Arsenal

Lebih lanjut, Mammadov menyatakan mengadakan pertandingan Kejuaraan Eropa dan putaran final Piala Eropa di Eropa Timur membuka peluang baru untuk mengembangkan sepak bola di kawasan ini.

Ia yakin hal itu akan menjadikan sepak bola lebih populer dan menarik di kalangan generasi muda.

"Hal yang sama dapat dikatakan tentang pengorganisasian final Liga Champions di Kiev atau 10 tahun lalu di Istanbul," pungkasnya.




Close Ads X