Menpora Minta KLB Dilaksanakan Sesuai Keputusan PSSI

Kompas.com - 05/05/2019, 10:29 WIB
Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto menyaksikan dan memberikan arahan pada acara serah terima jabatan (sertijab) Direktur Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) di Lantai 3 Kantor Kemenpora Jakarta, Rabu (15/11) Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto menyaksikan dan memberikan arahan pada acara serah terima jabatan (sertijab) Direktur Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) di Lantai 3 Kantor Kemenpora Jakarta, Rabu (15/11)

KOMPAS.com - Pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta saran agar Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( KLB PSSI) dilaksanakan sesuai dengan keputusan PSSI.

Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto mengatakan bahwa prosedur yang sudah terbentuk harus ditaati para peserta KLB.

"Prosedurnya seharusnya sesuai, 'in line' dengan PSSI," ujar Gatot.

Ia juga melanjutkan, terkait KLB nanti, pemerintah tidak ingin komunitas sepak bola kembali dibuat lelah dengan situasi persepak bolaan nasional yang tidak menentu.

Baca juga: Persiapan KLB PSSI Dihadiri 56 Voters

Pria kelahiran Yogyakarta tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, tak pernah memberikan dukungan sama sekali kepada Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) yang diketuai Suhendra Hadikuntono saat ini.

Saat ini, KPSN tengah berusaha mempercepat pelaksanaan KLB PSSI dengan alasan ingin memperbaiki situasi sepak bola nasional.

Gatot menambahkan bahwa hanya menerima KPSN ketika beraudiensi dengan Kemenpora sebelum PSSI menggelar kongres tahunan di Januari 2019.

"Pemerintah tidak berpihak ke mana-mana. Saya menerima kedatangan mereka karena saya orangnya terbuka. Namun ketika ada undangan mereka kepada kami, saya tidak mau datang. Kami tidak ingin berpihak ke mana-mana," tambahnya.

KPSN sendiri menyebut diri mereka adalah pihak yang ingin mewujudkan perubahan sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik. Mereka sedang berupaya untuk mengumpulkan setidak-tidaknya 2/3 dari total 85 voters PSSI untuk mempercepat KLB dan memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif PSSI.

Baca juga: KPSN Dapat Mandat Gelar KLB

Sebelumnnya, PSSI sudah menetapkan KLB dilaksanakan pada 13 Juli 2019 dengan tiga agenda, yakni revisi statuta PSSI, revisi kode pemilihan PSSI, serta memilih anggota baru untuk komite pemilihan dan komite banding pemilihan.

FIFA melalui surat resminya menyarankan pemilihan 15 anggota komite eksekutif ( termasuk ketua umum dan dua wakil ketua umum) dan 12 anggota, agar dilakukan saat kongres biasa PSSI Januari 2020.

Di tempat terpisah, KPSN menggelar pertemuan dengan beberapa voters PSSI pada Sabtu (4/5/2019) untuk membicarakan KLB. Acara itu bertema “Transparansi Menuju Prestasi Sepak Bola Indonesia”, dihadiri 28 voters PSSI. Sebanyak 10 voters lalu mengirimkan surat dukungannya kepada KPSN.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X