Nyanyian soal Ronaldo Tambah Luka Kekalahan Madrid dari Barcelona

Kompas.com - 28/02/2019, 16:20 WIB
Striker Real Madrid Karim Benzema menyundul bola melawan penyerang Levante, Moses Simon, pada laga pekan ke-25 La Liga Spanyol, 24 Februari 2019.JOSE JORDAN / AFP Striker Real Madrid Karim Benzema menyundul bola melawan penyerang Levante, Moses Simon, pada laga pekan ke-25 La Liga Spanyol, 24 Februari 2019.

KOMPAS.com - Nyanyian tentang Cristiano Ronaldo dari fans Barcelona menjadi luka tambahan yang dirasakan oleh suporter Real Madrid.

Laga bertajuk El Clasico dalam partai kedua babak semifinal Copa del Rey antara Barcelona kontra Real Madrid itu berlangsung pada hari Rabu (27/2) atau Kamis dini hari WIB.

Berlaga di kandang sendiri, Santiago Bernabeu, Real Madrid kalah 0-3 dari Barcelona.

Kekalahan ini memastikan Los Blancos gagal lolos ke partai final setelah kalah agregat gol 1-4.

Baca juga: Jangan Biarkan Barcelona Bobol Real Madrid hingga 6 Kali...

Tak hanya kesedihan karena kalah dari rival dan gagal melangkah ke partai final, Real Madrid juga harus menderita karena nyanyian fans Barcelona.

Sekitar 200 orang fans Barcelona hadir di Stadion Santiago Bernabeu pada laga tadi malam.

Seusai laga, kelompok fans ini kemudian bernyanyi, "Di mana CR7?" seperti dilansir BolaSport.com dari media Spanyol yang berbasis di Kota Madrid, Marca.

Suporter Real Madrid yang tak terima kemudian memberikan siulan untuk membungkam nyanyian tersebut.

Dilihat dari luar nyanyian tersebut, Real Madrid memang tampak sekali merindukan gol-gol dari Cristiano Ronaldo.

Baca juga: Benzema Bersyukur Ronaldo Pergi dari Real Madrid Musim Ini

Musim lalu sebagai contoh, Cristiano Ronaldo mencetak 44 gol dalam 44 laga di semua ajang untuk Los Merengues.

Jumlah ini lebih banyak dua kali lipat daripada pencetak gol terbanyak kedua musim lalu, Gareth Bale, dengan 21 gol musim lalu.

Musim ini, pada akhir bulan Februari, pencetak gol terbanyak Real Madrid adalah Karim Benzema dengan 20 gol di semua ajang.

Selain Gareth Bale (13 gol), pencetak gol terbanyak Madrid lainnya adalah Sergio Ramos (11 gol) yang merupakan seorang bek tengah, meski kebanyakan berasal dari eksekusi penalti.

Secara total, musim lalu Real Madrid mencetak 148 gol dalam 62 laga di semua ajang.

Artinya, Real Madrid rata-rata mencetak 2,83 gol per laga musim lalu.

Saat ini, pasukan Santiago Solari baru mencetak 87 gol dalam 43 pertandingan di semua ajang.

Andai di rata-rata, musim ini Madrid mencetak 2,02 gol per pertandingan.

Perbedaan 0,81 gol per laga musim ini dengan musim lalu bisa jadi memang efek kepindahan CR7 yang memiliki rata-rata mencetak satu gol per laga. (Thoriq Az Zuhri)




Close Ads X