Alasan Juventus Rekrut dan Bayar Mahal Aaron Ramsey

Kompas.com - 13/02/2019, 10:00 WIB
Vincent Kompany, Aaron Ramsey, dan Claudio Bravo terlibat dalam perebutan bola pada pertandingan semifinal Piala FA antara Manchester City dan Arsenal di Stadion Wembley, Minggu (23/4/2017). AFP/JUSTIN TALLIS Vincent Kompany, Aaron Ramsey, dan Claudio Bravo terlibat dalam perebutan bola pada pertandingan semifinal Piala FA antara Manchester City dan Arsenal di Stadion Wembley, Minggu (23/4/2017).

KOMPAS.comJuventus resmi merekrut Aaron Ramsey untuk musim 2019-2020 setelah kontrak gelandang timnas Wales itu bersama Arsenal habis pada akhir musim ini.

Media-media top semodel BBC atau Sky Sports kompak menyebut Aaron Ramsey akan dibayar 455.000 euro atau setara Rp 7,2 miliar per pekan di Juventus.

Baca Juga : Gaji Aaron Ramsey di Juventus, Bisa Beli 1 Vespa Primavera Tiap Jam

Gaji yang berarti 24 juta euro setahun itu akan membuat Aaron Ramsey menjadi pemain bergaji tertinggi kedua di Juventus, hanya kalah dari Cristiano Ronaldo (31 juta euro per tahun).

Kepada Gazzetta, Direktur Olahraga Juventus Fabio Paratici mengungkapkan alasan mengapa klubnya mau merekrut Ramsey dan menggajinya sangat mahal.

"Kami merekrutnya karena dia adalah pemain yang berbeda dari yang sudah kami miliki. Dia adalah pemain yang belum eksis di skuad kami," ujarnya.

Baca Juga: Ramsey Pimpin Daftar 7 Pemain Inggris Raya dengan Gaji Tertinggi

"Ramsey memiliki teknik lebih tinggi daripada mezzala kami. Bahkan jika dia banyak berlari, Ramsey lebih bersih dalam fase defensif dan lebih sedikit taktikal. Dia orang yang bisa menentukan dalam langkah terakhir pergerakan menyerang tim, punya naluri gol."

"Dalam pendapat saya, Ramsey adalah pemain yang belum menemukan posisinya karena dia belum pernah bermain sebagai mezzala dalam pola tiga gelandang. Posisi ini sangat mungkin menjadi tempat idealnya karena dia bisa masuk dari belakang. Bisa juga Ramsey bermain dinamis, seperti Simone Perrotta di AS Roma, misalnya," ujar Paratici. (Dwi Widijatmiko)


Terkini Lainnya

Blunder Saat Belgia Vs Rusia, Courtois Tetap Salah Satu Kiper Terbaik

Blunder Saat Belgia Vs Rusia, Courtois Tetap Salah Satu Kiper Terbaik

Internasional
Mundurnya Edy Rahmayadi adalah Konsekuensi Perjuangan Revolusi PSSI

Mundurnya Edy Rahmayadi adalah Konsekuensi Perjuangan Revolusi PSSI

Liga Indonesia
Indonesia Vs Vietnam, Asnawi Ungkap Modal Timnas U-23 untuk Raih Kemenangan

Indonesia Vs Vietnam, Asnawi Ungkap Modal Timnas U-23 untuk Raih Kemenangan

Liga Indonesia
Klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia di Peringkat 3

Klasemen Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23, Timnas Indonesia di Peringkat 3

Liga Indonesia
Inggris Vs Ceko, Jaroslav Silhavy Akui The Three Lions Lebih Baik

Inggris Vs Ceko, Jaroslav Silhavy Akui The Three Lions Lebih Baik

Internasional
Timnas U-23 Indonesia Berterima Kasih kepada Ezra Walian

Timnas U-23 Indonesia Berterima Kasih kepada Ezra Walian

Liga Indonesia
Prediksi Superkomputer, Liverpool Gagal, Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini?

Prediksi Superkomputer, Liverpool Gagal, Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini?

Liga Inggris
Argentina Vs Venezuela, Scaloni Akui Belajar Banyak dari Hasil Laga

Argentina Vs Venezuela, Scaloni Akui Belajar Banyak dari Hasil Laga

Internasional
Alami Cedera saat Argentina Vs Venezuela, Messi Kembali ke Barcelona

Alami Cedera saat Argentina Vs Venezuela, Messi Kembali ke Barcelona

Liga Spanyol
Moldova Vs Perancis, Deschamps Bangga Tiga Penyerangnya Cetak Gol

Moldova Vs Perancis, Deschamps Bangga Tiga Penyerangnya Cetak Gol

Internasional
Portugal Vs Ukraina, Fernando Santos Sebut Hasil Laga Tidak Memuaskan

Portugal Vs Ukraina, Fernando Santos Sebut Hasil Laga Tidak Memuaskan

Internasional
Inggris Vs Ceko, Southgate Tak Terkejut dengan Penampilan Sterling

Inggris Vs Ceko, Southgate Tak Terkejut dengan Penampilan Sterling

Internasional
Kebangkitan Timnas Belanda dan Evolusi Rivalitas Oranje dengan Jerman

Kebangkitan Timnas Belanda dan Evolusi Rivalitas Oranje dengan Jerman

Internasional
Gareth Bale Bantah Tak Akur dengan Ronaldo Saat di Real Madrid

Gareth Bale Bantah Tak Akur dengan Ronaldo Saat di Real Madrid

Liga Spanyol
Shevchenko Sebut Piatek sebagai Titisannya

Shevchenko Sebut Piatek sebagai Titisannya

Liga Italia

Close Ads X