Ratu Tisha Ungkap Terobosan PSSI soal Wasit

Kompas.com - 12/02/2019, 22:00 WIB
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destri saat mendampingi konferensi pers perdana pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy di Jakarta, Kamis (24/1/2019).Doc.PSSI Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destri saat mendampingi konferensi pers perdana pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy di Jakarta, Kamis (24/1/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - PSSI melakukan terobosan soal wasit yang akan bertugas pada Liga 1 2019. Mereka membentuk badan independen wasit profesional Indonesia.

Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com dan BolaSport.com pada Selasa (12/2/2019), Sekjen PSSI Ratu Tisha menjelaskan badan ini merupakan lanjutan kerja sama antara PSSI dan Federasi Sepak Bola Jepang (JFA).

"Badan ini akan dibantu oleh JFA. Hal ini merupakan lanjutan dari kerja sama dengan JFA sejak 2018," kata Tisha.

Menurut Tisha, badan independen wasit profesional Indonesia memiliki tugas untuk mengevaluasi performa dan image wasit profesional.

"Jadi, kami fokus meningkatkan kualitas kompetisi dengan meningkatkan kualitas 1200 wasit profesional yang kami punya saat ini. Ini menjadi sebuah inovasi-inovasi baru di Liga 1 2019," jelas Tisha.

Baca juga: Para Pelatih Timnas Dituntut Jadi Orang Kantoran

Wasit memang menjadi persoalan pelik yang banyak dikeluhkan oleh tim-tim di Liga 1 maupun Liga 2. Sejumlah kalangan mempertanyakan kompetemso wasit yang bertugas.

PSSI kemudian pernah menggunakan jasa wasit asing namun kebijakan tersebut dinilai tidak efektif. Lalu, PSSI bekerja sama dengan JFA mendatangkan Toshiyuki Nagi sebagai Direktur Wasit.

Saat ditanya apakah badan independen wasit pro ini bakal tumpang tindih dengan komite wasit PSSI, Ratu Tisha menjelaskan hal itu secara detail.

”Ini posisinya badan independen, saya koreksi dan bukan komite. Badan ini areanya terlepas dari komite-komite tetap yang ada,” ujar Tisha.

”Badan ini khusus mengelola wasit di Liga 1 dan Liga 2. Kenapa kami pisah, karena ingin fokus dan untuk bisa memaksimalkan pengarahan dari mereka yang expert,” ucapnya menambahkan.

Baca Juga: DPP Pasoepati Sampaikan Pesan Duka Cita ke Eks Presiden Suporter PSIM

Ratu Tisha menjelaskan, pada 2018 ada empat instruktur wasit  yang menjadi bagian pengembangan wasit, salah satunya Raymond Oliver asal Inggris.

Raymond diakui Tisha salah satu yang paling bagus di negeri asalnya.

Bersama JFA, Ratu Tisha juga mengatakan akan melakukan kursus wasit 11 sampai 12 kali dalam setahun pada 2019.

Kursus ini khusus untuk wasit pro dan pengembangan wasit lain termasuk untuk yang U-21 juga tetap jalan.

Ratu Tisha pun mengatakan, saat ini kelemahan yang paling mendasar dari wasit Indonesia adalah soal kebugaran.

”Saya mengakui untuk kualitas perwasitan, saat ini wasit Indonesia memang harus ditingkatkan untuk bisa bersaing di level Asia,” kata Ratu Tisha.

”Bicara wasit, utamanya arena fitness mereka masih kurang jauh dan itu pun belum bicara ke teknik. Persoalan pada fitness test ini memang yang harus diperbaiki untuk sekarang,” ujarnya menambahkan. 



Close Ads X