Dugaan Pelecehan Rasial terhadap Mohamed Salah Diselidiki

Kompas.com - 07/02/2019, 09:36 WIB
Mohamed Salah melakukan selebrasi seusai mencetak gol pertama Liverpool ke gawang Brighton & Hove Albion pada pertandingan Premier League di Stadion Anfield, 13 Mei 2018.AFP/PAUL ELLIS Mohamed Salah melakukan selebrasi seusai mencetak gol pertama Liverpool ke gawang Brighton & Hove Albion pada pertandingan Premier League di Stadion Anfield, 13 Mei 2018.

KOMPAS.com - Klub West Ham United mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki dugaan tindakan rasial terhadap penyerang Liverpool, Mohamed Salah.

Dilaporkan sebuah video muncul dari seorang suporter yang melakukan pelecehan rasial terhadap Mohamed Salah saat West Ham menjamu Liverpool di Stadion London dalam lanjutan laga Liga Inggris pada Senin (4/2/2019).

Disebutkan bahwa penyerang asal Mesir, Salah, direkam di ponsel dari bagian pendukung tuan rumah ketika dia mengambil tendangan sudut.

Rekaman itu, diambil oleh suporter, menunjukkan sumpah serapah yang diarahkan kepada Salah, termasuk tentang identitasnya sebagai seorang Muslim.

Mengenai hal itu, dalam sebuah pernyataan, pihak West Ham mengatakan, mereka tidak menoleransi segala bentuk perilaku kekerasan atau kasar.

Baca juga: Tottenham Vs Chelsea, 3 Penonton Ditahan karena Tindakan Rasial

"Kami adalah klub sepak bola inklusif. Siapa pun yang diidentifikasi melakukan pelanggaran akan meneruskan rinciannya ke polisi dan akan menghadapi larangan seumur hidup di Stadion London," demikian pernyataan klub dikutip dari BBC, Kamis (7/2/2019).

"Tidak ada tempat untuk perilaku semacam ini di stadion kami," lanjut pernyataan itu.

Pihak kepolisian pun disebutkan telah mengetahui kejadian tersebut. Selain itu, badan amal anti-diskriminasi, Kick It Out, juga menyayangkan apa yang menimpa Salah.

"Kami kecewa melihat insiden diskriminasi tingkat tinggi lainnya di sepak bola Inggris," kata Kick It Out dalam sebuah pernyataan.

"Kami senang bahwa pihak pejabat telah menyatakan tekad mereka untuk mengidentifikasi oknum suporter dan mengambil tindakan tegas. Jenis perilaku ini tidak dapat diterima dan harus ditantang dengan cepat dan tegas," lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Sempat Nonaktifkan Medsos, Salah Kampanyekan Berhubungan secara Nyata

Mohemad Salah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik versi PFA (Professional Footballers' Association) musim 2017-2018, Pemain Terbaik Liga Primer tahun lalu, dan berhasil mempertahankan gelarnya sebagai Pemain Terbaik Afrika 2018.

Pada musim lalu, dia mencetak 32 gol bagi Liverpool di Liga Inggris dalam 36 pertandingan.

Mohamed Salah mendapat apresiasi dari Wali Kota Liverpool, Steve Rotheram, karena membantu mengatasi Islamofobia dan "meruntuhkan penghalang", serta digambarkan sebagai panutan bagi anak-anak Muslim.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X