Rafael Nadal Hormati Keputusan Andy Murray Pensiun di Usia 31 Tahun

Kompas.com - 12/01/2019, 19:45 WIB
Petenis Spanyol, Rafael Nadal (kiri), dan petenis Inggris Raya, Andy Murray, berpose di atas podium pada seusai laga final Madrid Terbuka 2015 di Caja Magica, Madrid, Spanyol, 10 Mei 2015. Dalam laga itu, Murray menang 6-3, 6-2.AFP/GERARD JULIEN Petenis Spanyol, Rafael Nadal (kiri), dan petenis Inggris Raya, Andy Murray, berpose di atas podium pada seusai laga final Madrid Terbuka 2015 di Caja Magica, Madrid, Spanyol, 10 Mei 2015. Dalam laga itu, Murray menang 6-3, 6-2.

KOMPAS.com - Petenis asal Spanyol, Rafael Nadal, turut memberikan komentar tentang keputusan Andy Murray (Inggris) yang akan pensiun di usia 31 tahun.

Seperti diketahui, Murray baru saja menyatakan akan gantung raket di awal 2019 pada Jumat (11/1/2019).

Murray mengambil keputusan itu dengan alasan kondisi fisiknya tak kunjung pulih sejak operasi panggul pada 2017 lalu.

Nadal mengaku sedih ketika pertama kali mendengar kabar itu. Namun, Nadal menganggap Murray sudah mengambil keputusan yang tepat karena mempertimbangkan kesehatannya.

"Tentu saja ini adalah kabar buruk. Dia (Murray) sudah mencapai berbagai hal di tenis. Namun, dia kini menderita cukup lama karena merasa tidak bisa bersaing lagi di dunia yang dia geluti (tenis)," kata Nadal dikutip dari situs web Give Me Sport, Sabtu (12/1/2019).

"Dia sudah berjuang melawan itu. Jika dia merasa tidak bisa lebih baik, mungkin dia telah melakukan hal yang benar (pensiun) demi mentalnya," ujar Nadal menambahkan.

Baca juga: Cedera Paha, Rafael Nadal Mundur dari Brisbane International 2019

Nadal kemudian memuji Murray yang selama kariernya telah berkontribusi banyak terhadap perkembangan tenis dunia.

"Ini akan menjadi kerugian untuk kami, untuk dunia tenis, setiap turnamen, para penggemar, dan bahkan untuk para petenis lain," ujar Nadal.

"Dia telah menjadi bagian dari persaingan hebat untuk waktu yang sangat lama. Namun, inilah hidup," tutur petenis penggemar Real Madrid ini menambahkan.

Sepanjang kariernya, Murray telah menjuarai tiga turnamen berlabel grand slam. Prestasi terbaik Murray adalah menempati peringkat kedua dunia pada tahun 2013.

Baca juga: Kebugaran Jadi Hal Utama Bagi Rafael Nadal

Australia Terbuka 2019 akan menjadi turnamen terakhir Murray.

Sebenarnya, petenis yang dijuluki "Lazy English" ini berencana pensiun setelah Wimbledon 2019 Juli mendatang.

Meski dalam kondisi tidak fit, Murray menyatakan akan berusaha menampilkan permainan terbaik di Australia Terbuka yang akan dimulai pekan depan.

Murray akan berhadapan dengan petenis unggulan ke-22 asal Spanyol, Roberto Bautista Agut, pada putaran pertama.




Close Ads X