Susy Susanti Ingin Ginting dan Jonatan Maksimal di Olimpiade 2020

Kompas.com - 13/11/2018, 12:30 WIB
Ekspresi  pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting ketika bertanding melawan pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada laga final China Open 2018 di di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (23/9/2018). Anthony Sinisuka Ginting berhasil meraih juara China Open 2018 setelah mengalahkan Momota dengan skor akhir 23-21 dan 21-19. ANTARA FOTO/HO/HUMAS PP PBSIEkspresi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting ketika bertanding melawan pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada laga final China Open 2018 di di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (23/9/2018). Anthony Sinisuka Ginting berhasil meraih juara China Open 2018 setelah mengalahkan Momota dengan skor akhir 23-21 dan 21-19.

KOMPAS.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, berharap dua tunggal Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, terus menunjukkan performa gemilang demi tampil pada Olimpiade Tokyo 2020.

Harapan Susy Susanti untuk Jonatan dan Ginting didasari peningkatan penampilan keduanya, terutama pada kalender 2018.

"Saya senang dengan progres Anthony Ginting dan Jonatan Christie di tunggal putra. Kami berharap seiring datangnya Olimpiade Tokyo 2020, mereka akan percaya diri dan tampil di level yang tinggi," kata Susy dikutip BolaSport.com dari situs web BWF Badminton.

"Saya sangat senang dengan pencapaian mereka pada Asian Games dan kami mengharapkan performa serupa di Tokyo," tutur Susy.

Baca juga: 18 Wakil Indonesia di Hong Kong Open 2018 - The Minions Main Lagi, Owi Tampil Tanpa Butet

Kedua pemain ini menjadi idola baru publik Indonesia setelah tampil gemilang di Asian Games 2018 lalu. Jonatan sukses menggondol medali emas, sementara Ginting meraih medali perunggu.

Gagal di Asian Games 2018, Ginting keluar sebagai juara China Open dengan mengalahkan tunggal nomor satu dunia asal Jepang, Kento Momota.

Untuk diketahui, China Open merupakan turnamen kelas super 1000 dan sejajar dengan All England serta Indonesia Open.

Jonatan Christiebadmintonindonesia Jonatan Christie

Atas prestasi tersebut, Ginting kini menjadi pebulu tangkis 10 besar dunia dengan menempati urutan ketujuh. Adapun Jonatan kini menempati peringkat ke-12 dunia.

Kemunculan Jonatan dan Ginting seolah mengobati kerinduan Indonesia terhadap tunggal putra berkualitas selepas Taufik Hidayat pensiun pada 2013 lalu.

Baca juga: Koleksi 8 Gelar, Marcus/Kevin Lampaui Capaian Tahun 2017

Taufik Hidayat merupakan tunggal putra terakhir Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade, yakni pada edisi 2004 di Athena.

Selain Jonatan dan Ginting, Susy Susanti juga berharap kepada ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, untuk melanjutkan tradisi emas bulu tangkis Indonesia di Olimpiade.

Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 sendiri baru akan dimulai pada tahun depan. (Any Hidayati)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X