Kompas.com - 08/08/2018, 09:45 WIB
Joe Hart dan Danny Welbeck berduel pada pertandingan Piala Liga Inggris antara Arsenal dan West Ham United di Stadion Emirates, Selasa (19/12/2017). AFP/Ben StansallJoe Hart dan Danny Welbeck berduel pada pertandingan Piala Liga Inggris antara Arsenal dan West Ham United di Stadion Emirates, Selasa (19/12/2017).
|

KOMPAS.com - Sejak Manchester City ditangani Manajer Pep Guardiola pada awal 2016-2017, karier Joe Hart seakan memasuki masa kegelapan.

Hal ini juga membuat opini publik soal kiper berusia 31 tahun itu semakin buruk.

Salah satu langkah Guardiola untuk merombak Manchester City pada 2016-2017 adalah menyingkirkan Joe Hart dengan mendatangkan Claudio Bravo dari Barcelona serta menjadikan Willy Caballero sebagai pelapis.

Guardiola pun secara tegas mengatakan bahwa Joe Hart tidak termasuk ke dalam rencananya bersama Manchester City.

Padahal, Joe Hart telah menjadi andalan utama Manchester City dalam sembilan musim sebelumnya.

Baca juga: Jika Tak Ada Peminat, Joe Hart Jadi Kiper Ketiga Man City

Kondisi ini pun membuat Joe Hart harus mencari klub baru demi melanjutkan karier dan sebagai sarana pembuktian diri hingga memilih bergabung dengan Torino di Liga Italia.

Torino sebenarnya berencana untuk memermanenkan Joe Hart pada akhir masa pinjaman. Namun, harga dan gaji besar yang diterima sang kiper di Manchester City tak mampu dipenuhi Il Torro.

Pada musim 2017-2018, Manchester City pun meminjamkan Joe Hart ke West Ham United, di mana ia gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya agar klub asal London itu mau memermanenkan dia.

Baca Juga: Setelah Borong 3 Pemain Napoli, Klub Promosi Liga Italia Belanja Personel Inter Milan

Kini Joe Hart pun secara resmi dijual Manchester City ke Burnley dengan harga 3,5 juta pounds atau sekitar Rp 65 miliar.

Transfer ini pun dilakukan Burnley disebabkan dua kiper mereka, Tom Heaton dan Nick Pope, mengalami cedera serius.

Kondisi ini membuat kiper Leicester City yang pernah tumbuh bersama Joe Hart di Manchester City, Kasper Schmeichel, angkat bicara.

Kiper berusia 31 tahun itu mengecam perlakuan Manchester City dan pandangan para pencinta sepak bola yang telah membuat karier Joe Hart kini seakan hancur.

Baca Juga: Gianluigi Buffon Sudah Lama Melabeli Bocah Ajaib PSG Ini sebagai Manusia Super

"Semua orang saat ini tampak memiliki ingatan yang sangat pendek. Semua orang harus ingat apa dan siapa Joe Hart yang sesungguhnya karena ia layak mendapatkan rasa hormat," kata Kasper Schmeichel seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.

"Joe Hart adalah pemain yang telah memberikan gelar Liga Inggris untuk Manchester City, entah berapa kali memenangi gelar kiper terbaik, dan memiliki 80 caps bersama timnas Inggris," tuturnya.

Sejak sama-sama berhasil menembus tim utama Manchester City pada musim 2006-2007, Joe Hart mengalahkan Kasper Schmeichel untuk menjadi kiper masa depan tim menggantikan Andreas Isaksson dan Shay Given.

Kondisi ini membuat Kasper Schmeichel memilih hengkang ke Notts County pada 2009-2010 dan langsung menjadi pilihan utama, sebelum diboyong Leeds United dan Leicester City secara berturut-turut dalam dua musim berikutnya. (Verdi Hendrawan)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klub Serie B Milik Djarum Group, Como 1907, Siap Rekrut Pelatih Berbakat Asal Indonesia

Klub Serie B Milik Djarum Group, Como 1907, Siap Rekrut Pelatih Berbakat Asal Indonesia

BrandzView
Real Madrid Siap Lepas Hazard, Si Kaki Kaca Seharga Rp 2 Triliun

Real Madrid Siap Lepas Hazard, Si Kaki Kaca Seharga Rp 2 Triliun

Liga Spanyol
Pengakuan Romelu Lukaku soal Hubungannya dengan Zlatan Ibrahimovic

Pengakuan Romelu Lukaku soal Hubungannya dengan Zlatan Ibrahimovic

Liga Italia
Belum Ambil Langkah, Arema FC Sebut Sponsor Masih Tunggu Momentum

Belum Ambil Langkah, Arema FC Sebut Sponsor Masih Tunggu Momentum

Liga Indonesia
Prediksi Line Up Man City Vs Chelsea, The Blues Rotasi di Laga Krusial

Prediksi Line Up Man City Vs Chelsea, The Blues Rotasi di Laga Krusial

Liga Inggris
Barcelona Vs Atletico - Lagi, Messi dkk Berlaga Tanpa Koeman

Barcelona Vs Atletico - Lagi, Messi dkk Berlaga Tanpa Koeman

Liga Spanyol
Juventus Vs AC Milan, Doa Buruk Bintang Muda Bianconeri untuk Ibrahimovic

Juventus Vs AC Milan, Doa Buruk Bintang Muda Bianconeri untuk Ibrahimovic

Liga Italia
Persebaya Tidak Tanggapi Serius Polemik Regulasi Baru yang Bikin Gaduh

Persebaya Tidak Tanggapi Serius Polemik Regulasi Baru yang Bikin Gaduh

Liga Indonesia
Daftar Juara Liga Europa dalam 10 Tahun Terakhir

Daftar Juara Liga Europa dalam 10 Tahun Terakhir

Sports
Liga 1 2021 Tanpa Degradasi, Madura United Ingin Kompetisi Kompetitif

Liga 1 2021 Tanpa Degradasi, Madura United Ingin Kompetisi Kompetitif

Liga Indonesia
Direktur Mandalika Racing Team: Kami Punya 'Feeling' Bagus soal Dimas Ekky

Direktur Mandalika Racing Team: Kami Punya "Feeling" Bagus soal Dimas Ekky

Motogp
Prediksi Line Up Barcelona Vs Atletico, Duel Tim Penantang Gelar

Prediksi Line Up Barcelona Vs Atletico, Duel Tim Penantang Gelar

Liga Spanyol
Keluarga Glazers Akhirnya Minta Maaf dan Tampung Tuntutan Fans Man United

Keluarga Glazers Akhirnya Minta Maaf dan Tampung Tuntutan Fans Man United

Liga Inggris
Barcelona Vs Atletico - Blaugrana Siapkan Kejutan untuk Luis Suarez

Barcelona Vs Atletico - Blaugrana Siapkan Kejutan untuk Luis Suarez

Liga Spanyol
Jadwal Tinju Dunia, Duel Unifikasi Canelo Alvarez Vs Billy Joe Saunders

Jadwal Tinju Dunia, Duel Unifikasi Canelo Alvarez Vs Billy Joe Saunders

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X