Fabiano Komentari Pemain Asing yang Jelekkan Sepak Bola Indonesia - Kompas.com

Fabiano Komentari Pemain Asing yang Jelekkan Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 14/05/2018, 19:41 WIB
Fabiano Beltrame dan Dane Milovanovic merayakan gol ke gawang Gersik United dalam lanjutan pertandingan TSC di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Jumat (4/11/2016).Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman Fabiano Beltrame dan Dane Milovanovic merayakan gol ke gawang Gersik United dalam lanjutan pertandingan TSC di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Jumat (4/11/2016).

KOMPAS.com - Pemain Madura United, Fabiano Beltrame, angkat bicara terkait banyaknya pesepak bola luar negeri yang selalu menjelekkan sepak bola Indonesia.

Menurut Fabiano, pemain-pemain seperti itu biasanya tidak sukses di Indonesia dan selalu mengkritik apa saja yang terjadi.

Fabiano menilai, sepak bola Indonesia adalah yang terbaik dan sekaligus membantah omongan-omongan pesepak bola luar negeri tersebut.

"Kalau Anda baca berita, di mana-mana ada pengaturan skor. Mungkin pemain yang berbicara seperti itu yang tidak sukses di Indonesia dan selalu inginnya mengkritik," kata Fabiano dikutip dari BolaSport.com.

Pemain berusia 35 tahun itu mengatakan, ada salah satu pesepak bola luar negeri yang berhasil di Indonesia, yakni Alberto Goncalves.

Baca juga: Resmi, Asia Tenggara Punya Wakil di Premier League Musim Depan

"Coba Anda tanya Alberto Goncalves atau yang lain yang sudah di sini. Saya harus bicara yang baik karena saya datang ke Indonesia," kata Fabiano.

Fabiano pun mengakui bahwa dia cukup beruntung memilih melanjutkan kariernya di Indonesia setelah bermain untuk klub asal Brasil, Sao Jose.

"Orang tetangga saya di Brasil tidak kenal saya, tetapi di sini orang sangat kenal saya. Semua yang saya punya dan ketika saya pulang ke Brasil, pasti saya bilang Indonesia yang terbaik, " kata Fabiano.

Meskipun sudah lama tinggal di Indonesia, Fabiano belum berpikir untuk menjadi pemain naturalisasi. Namun, dia tetap mencintai Indonesia dan berharap bisa pensiun di Indonesia.

"Saya sudah berpikir untuk pensiun di Indonesia. Maksimal delapan tahun lagi. Saya sudah 14 tahun di sini meskipun belum mendapatkan paspor. Namun, saya kira saya sudah seperti warga Indonesia dan saya mau tetap di sini," kata Fabiano.

Fabiano sendiri memulai kariernya di sepak bola Indonesia dengan membela Persela Lamongan tahun 2005 lalu. Tiga belas tahun di Indonesia, Fabiano terbilang cukup sukses karena selalu bermain di kompetisi tertinggi Indonesia.

Selain Persela, Fabiano juga sempat membela beberapa klub di Indonesia, seperti Persmin Minahasa, Persija Jakarta, Arema Cronus, dan Madura United. (Mochamad Hary Prasetya)



Close Ads X