Kompas.com - 06/06/2017, 06:31 WIB
Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mendampingi anak-anak asuhnya saat melawan PS TNI pada partai Liga 1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (15/5/2017). HERKA YANIS PANGARIBOWO/JUARAPelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mendampingi anak-anak asuhnya saat melawan PS TNI pada partai Liga 1 di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (15/5/2017).
EditorAloysius Gonsaga AE

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pelatih kepala PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mengaku keberatan dengan keputusan Perseru Serui memilih bermarkas di Bali pada lanjutan Liga 1. Dia menilai hal itu tidak adil bagi timnya.

"Kami sudah merasakan susahnya berangkat ke Serui dan pada akhirnya bisa meraih poin di sana. Namun sekarang tim-tim yang lain justru hanya menghadapi Perseru Serui di Bali setelah memutuskan pindah home," kata Rene Alberts di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (5/6/2017).

Perseru memang harus pindah kandang setelah pihak operator kompetisi dan PSSI memutuskan semua laga Liga 1 2017 selama bulan ramadhan harus digelar pada malam hari atau setelah tarawih.

Pemindahan kandang Perseru ini adalah dampak dari tidak memadainya penerangan di Stadion Marora, Serui, Papua. Lampu penerangan di stadion tersebut dinilai tidak memenuhi standar untuk melaksanakan pertandingan pada malam hari.

Pelatih asal Belanda itu mengatakan, pihaknya dalam tur ke Serui lalu banyak berkorban baik itu biaya akomodasi dan transportasi. Selain itu, pihaknya juga harus berkorban tenaga karena jaraknya yang begitu jauh.

Bahkan salah satu pemain andalan PSM, Reinaldo Elias da Costa, pingsan dalam laga di sana setelah mendapatkan sikutan dari pemain lawan. Menurut sang pelatih, Reinaldo kejang-kejang sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan, termasuk diberikan oksigen.

"Kami susah payah sehingga bisa mencuri poin di Serui. Tapi saat ini tim lain justru hanya terbang ke Bali dan mengambil poin," kata mantan pelatih Arema Indonesia itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.