Evaluasi Indra Sjafri Seusai Kekalahan Timnas U-19 dari Brasil

Kompas.com - 02/06/2017, 07:27 WIB
Pelatih tim nasional Indonesia U-18, Indra Sjafri, menjelaskan taktik permainan saat berkunjung ke kantor JUARA, Minggu (2/4/2017). GARRY LOTULUNG/KOMPAS.comPelatih tim nasional Indonesia U-18, Indra Sjafri, menjelaskan taktik permainan saat berkunjung ke kantor JUARA, Minggu (2/4/2017).
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Tim nasional U-19 Indonesia kalah pada laga pertama Toulon Tournament. Pelatih Indra Sjafri menilai ada kesalahan yang dibuat timnya pada pertandingan tersebut. 

Timnas U-19 kalah 0-1 dari timnas U-20 Brasil pada kejuaraan dunia junior di Perancis itu. Pada laga di Stade d'Honneur Marcel Roustan, Rabu (31/5/2017), pasukan Indra Sjafri kalah karena gol Gabriel Novaes pada menit-menit akhir babak pertama.

Seusai laga, Indra mengaku bahwa timnas U-19 telah bermain sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi, pelatih asal Sumatra Barat berusia 54 tahun itu juga menilai bahwa tim lawan tampil lebih baik.

"Kami sangat menyesal karena kebobolan satu gol. Selamat kepada Brasil yang berhasil memenangi pertandingan ini," tutur Indra Sjafri seperti dikutip dari Festival-foot-espoirs.com.

"Para pemain seharusnya bergerak dengan melakukan umpan pendek. Saya telah meminta tim untuk terus melakukan hal itu selama empat tahun terakhir, tetapi Brasil tampil lebih baik daripada kami secara teknis dan fisik," ujarnya.

Pada sepanjang pertandingan, Indonesia lebih banyak berada di bawah tekanan. Bahkan, Garuda Muda hanya memiliki empat tembakan yang dua di antaranya tepat sasaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah ini sangat jauh dengan apa yang didapat Brasil. Vinicius Costa dkk berhasil memiliki 12 peluang dengan enam tembakan yang tepat mengarah ke gawang Indonesia.

Indra pun mengatakan bahwa usia para pemainnya menjadi salah satu faktor timnas U-19 tidak bisa memberikan perlawanan lebih banyak kepada Brasil.

Baca Juga: Target 'Gila' Guardiola di Man City Setelah Gagal Total pada Musim Perdana

Timnas U-19 Indonesia ini dibentuk dari para pemain berusia di bawah 18 tahun sebagai persiapan menghadapi Piala AFF U-18 di Myanmar pada September 2017 dan kualifikasi Piala Asia U-19 yang sudah akan dimulai pada Oktober 2017.

"Para pemain saya masih sangat muda. Usia mereka sekitar 17 tahun, bahkan yang termuda masih 16 tahun," ucap mantan pelatih Bali United itu. 

"Pengalaman ini sangat penting bagi mereka dan harus terus mempersiapkan diri untuk menghadapi kejuaraan (kualifikasi) Piala Asia U-19 2017 mendatang," kata Indra.

Setelah ini Indonesia akan menghadapi Republik Ceska di Stadon Parsemain, Fos-Sur-Mer, pada Sabtu (3/6/2017) sementara Brasil akan menguji kekuatan Skotlandia sehari setelahnya. (Verdi Hendrawan) 


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Liga Inggris
Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Sports
Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Sports
Profil Renshi Yamaguchi, 'Si Tukang Jagal' Asal Jepang

Profil Renshi Yamaguchi, "Si Tukang Jagal" Asal Jepang

Sports
Jadwal Uji Coba Timnas U23 Indonesia, Lawan Tajikistan dan Nepal Pekan Ini

Jadwal Uji Coba Timnas U23 Indonesia, Lawan Tajikistan dan Nepal Pekan Ini

Liga Indonesia
Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Podium Juara Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Podium Juara Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Badminton
Permintaan Maaf dan Penjelasan LADI kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Permintaan Maaf dan Penjelasan LADI kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Badminton
Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Diminta Selesaikan Tanggung Jawab dengan WADA

Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Diminta Selesaikan Tanggung Jawab dengan WADA

Badminton
Catatan Skor Indonesia Saat Juara Piala Thomas, Akrab dengan Kemenangan Telak

Catatan Skor Indonesia Saat Juara Piala Thomas, Akrab dengan Kemenangan Telak

Sports
Jadwal Liga 2 2021-2022

Jadwal Liga 2 2021-2022

Sports
Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Badminton
Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Liga Indonesia
Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Sports
Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Liga Lain
Sesal Merah Putih Tak Berkibar karena Sanksi WADA, Salut Indonesia Fokus Juara Piala Thomas

Sesal Merah Putih Tak Berkibar karena Sanksi WADA, Salut Indonesia Fokus Juara Piala Thomas

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.