Menangi Laga Promosi-Degradasi, Wolfsburg Bertahan di Bundesliga

Kompas.com - 31/05/2017, 11:08 WIB
Para pemain Wolfsburg merayakan gol ke gawang Real Madrid dalam laga perempat final Liga Champions di Volkswagen Arena, Rabu (6/4/2016) waktu setempat. ODD ANDERSEN/AFPPara pemain Wolfsburg merayakan gol ke gawang Real Madrid dalam laga perempat final Liga Champions di Volkswagen Arena, Rabu (6/4/2016) waktu setempat.
|
EditorEris Eka Jaya

WOLFSBURG, KOMPAS.com - VfL Wolfsburg akhirnya memastikan diri bertahan di Bundesliga 1 atau kompetisi level teratas Liga Jerman. Die Woelfe (Serigala) selamat dari degradasi lewat babak play-off.

Karena cuma finis di peringkat ke-16 atau tiga terbawah pada klasemen akhir, Wolfsburg harus melalui babak play-off promosi-degradasi melawan Eintracht Braunschweig.

Braunschweig adalah tim peringkat ketiga Bundesliga 2 atau kompetisi divisi kedua. Dalam dua pertemuan pada 25 dan 29 Mei lalu, Wolfsburg menang dengan skor identik 1-0.

Sepakan penalti Mario Gomez membuahkan kemenangan pada leg pertama di Volkswagen Arena, Wolfsburg.

Kepastian bertahan di level teratas akhirnya disegel oleh gol tembakan keras Vieirinha pada pertemuan kedua di kandang Braunschweig.

Wolfsburg bertahan, fans mereka pun lega. Sebagai juara Bundesliga 2008-2009 dan runner-up dua musim silam, finis di peringkat ke-16 termasuk noda pekat dalam sejarah Wolfsburg.

Itulah titik terendah mereka sejak mendapatkan promosi ke Bundesliga pada 1997. Terjunnya klub asal Kota Otomotif itu ke papan bawah terbilang ironis mengingat materi skuad mereka tergolong bagus.

Selain diperkuat Mario Gomez, Wolfsburg masih punya bintang seperti Jakub Blaszczykowski, Luiz Gustavo, Josuha Guilavogui, Yunus Malli, sampai Ricardo Rodriguez.

Transfermarkt mencatat skuat Die Woelfe musim ini sebagai salah satu yang termahal di Bundesliga. Total pemain mereka bernilai 154 juta euro atau setara Rp 2,3 triliun.  

Nilai tersebut cuma kalah tinggi dari Bayern Muenchen (566 juta euro), Borussia Dortmund (376,3), Bayer Leverkusen (273,9), Schalke (216,6), dan Moenchengladbach (163,5).

Karena itu, perolehan pada musim 2016-2017 bukan sesuatu yang amat dibanggakan pelatih Andries Jonker.

"Kami meraih target minimal yang absolut. Saya mengerti kelegaan pemain, tetapi hal ini bukan kesuksesan," ujar eks pelatih akademi Arsenal itu di ESPN FC. (Beri Bagja)




Sumber JUARA

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X