Kompas.com - 17/05/2017, 10:21 WIB
Bek Manchester City, Pablo Zabaleta, merayakan golnya ke gawang Watford pada lanjutan Premier League, Rabu (14/12/2016). PAUL ELLIS/AFPBek Manchester City, Pablo Zabaleta, merayakan golnya ke gawang Watford pada lanjutan Premier League, Rabu (14/12/2016).
|
EditorEris Eka Jaya

MANCHESTER, KOMPAS.com - Pablo Zabaleta melakoni laga terakhirnya di kandang Manchester City, Etihad Stadium, saat timnya menang 3-1 melawan West Bromwich Albion pada lanjutan Liga Inggris, Selasa (16/5/2017) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Gol-gol Manchester City dalam laga itu diciptakan oleh Gabriel Jesus (menit ke-27), Kevin De Bruyne (29'), dan Yaya Toure (57').

West Brom hanya mampu memperkecil defisit melalui aksi Hal Robson-Kanu (87').

Khusus bagi Pablo Zabaleta, dia hanya bermain selama 28 menit. Bek sayap berusia 32 tahun itu masuk menggantikan David Silva pada menit ke-62.

Pada akhir pertandingan, dia mendapat apresiasi dari suporter The Sky Blues. Sebab, ini musim terakhir Zabaleta setelah memperkuat Man City sejak musim 2008-2009.

Bagi Zabaleta, pengalaman bermain di Man City sangat berkesan.

"Saya selalu bermimpi bisa ke Liga Inggris. Sembilan tahun lalu saya mengatakan ke kekasih yang sekarang jadi istri saya bahwa saya ingin ke Manchester untuk tiga atau empat tahun. Ternyata, karier saya berlanjut sampai sembilan tahun," tutur pemain asal Argentina tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama menjadi pemain Man City, Zabaleta bermain 229 kali di Liga Inggris dan mencetak delapan gol.

Dia juga memenangi dua trofi Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga, serta satu Community Shield.

Zabaleta pun punya sejumlah kenangan manis bersama Manchester City.

"Momen favorit saya adalah ketika kami mengalahkan Manchester United di Piala FA (musim 2010-2011) pada babak semifinal di Wembley," kata Zabaleta.

"Saya juga masih ingat ketika kami memenangi trofi Premier League musim 2011-2012 lewat gol Sergio Aguero. Para suporter sudah menantikan momen tersebut," ujarnya melanjutkan.

Zabaleta pun menilai bahwa Man City sudah selevel dengan rival sekota mereka, Manchester United.

"Dulu Manchester City terasa seperti Espanyol di Barcelona. Kami bukan klub utama di sini. Namun, sekarang situasinya sudah berbeda," ujarnya. (Lariza Oky Adisty)



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X