BOPI Mandul, PSSI Semakin "Liar"

Kompas.com - 14/04/2017, 09:15 WIB
Peresmian Go-Jek Traveloka Liga 1 di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (10/4/2017) sore WIB. Acara ini dihadiri para petinggi PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), perwakilan pihak sponsor, representasi media pemilik hak siar Liga 1 musim 2017, serta perwakilan pemain dari 18 klub peserta. Segaf Abdullah/Juara.netPeresmian Go-Jek Traveloka Liga 1 di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (10/4/2017) sore WIB. Acara ini dihadiri para petinggi PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), perwakilan pihak sponsor, representasi media pemilik hak siar Liga 1 musim 2017, serta perwakilan pemain dari 18 klub peserta.
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Benteng terakhir pengawas olahraga profesional itu akhirnya bobol juga. Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) tidak berdaya menghadapi sepak terjang PSSI

Sebagai badan pengawas olahraga profesional dan kepanjangan tangan pemerintah, BOPI dibuat tidak berdaya dan peranannya menjadi kerdil serta mandul ketika harus berhadapan, untuk kesekian kalinya, dengan PSSI serta turunannya. 

Kamis, 13 April 2017, BOPI mengeluarkan rekomendari bagi PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mendapatkan perizinan pertandingan dari kepolisian RI.

Dengan rekomendasi tersebut, PT LIB selaku operator kompetisi profesional strata tertinggi Liga 1 dapat memutar dan menyelenggarakan semua pertandingan, jumlahnya sekitar 360 dalam semusim.

Sekjen BOPI, Heru Nugroho, dalam penjelasannya kepada saya mengatakan, antara BOPI dan PSSI ada kesepakatan bahwa BOPI tidak boleh menyentuh/memverifikasi masalah administrasi yang berhubungan dengan hukum olahraga. 

Aspek ini biarlah menjadi bagian PSSI. BOPI cukup memverifikasi bagian yang berhubungan dengan hukum negara/profesional.

"Karena adanya kesepatakatan tersebut, maka untuk beberapa hal kami tidak bisa menyentuh lebih dalam aspek keolahragaannya," kata Heru.  

Meski demikian, Heru tidak menjelaskan apakah kesepakatan tersebut tertuang dalam sebuah MoU, dan juga kedua pihak memiliki regulasi masing-masing tentang aspek hukum olahraga dan hukum negara sebagai landasan untuk melukan fungsi dan tugas masing-masing.

Kini, tugas BOPI tidak lebih dari sebagai tukang stempel untuk kepentingan olahraga profesional, dalam hal ini PSSI dan PT LIB.

Akal-akalan PSSI

Dalam konteks pembagian wewenang dan fungsi di atas, jelas terlihat sebagai akal-akalan PSSI untuk lepas dari kesalahan yang secara sengaja dan terstruktur mereka lakukan. 

Mereka menolak BOPI terlibat dalam memverifikasi bagian-bagian yang termasuk dalam hukum/regulasi olahraga - tanpa menjelaskan yang seperti apa itu hukum olahraga. 

Sebaliknya, dengan leluasa dan tanpa ada yang bisa mengawasi dan menegur, mereka kini melanggar semua regulasi yang selama ini menjadi perisai menghadapi serangan dari luar. 

Statuta FIFA sebagai hukum tertinggi sepak bola lebih dulu dilanggar. Kini, Statuta PSSI yang dibuat sendiri sebagai pedoman kerja, diabaikan demi mewujudkan ambisi sebagian oknum dan kelompok di PSSI. 

Dalam tulisan sebelumnya, sudah saya jelaskan tentang pelanggaran-pelanggaran Statuta FIFA, misalnya pembentukan Komite Etik, Banding dan Disiplin tanpa lewat kongres. Penghapusan posisi wakil ketua dua dan digantikan dengan/sebagai staff khusus. 

Edy Belum Sukses Mereformasi Sepak Bola

Kini, demi berputarnya kompetisi profesional, PSSI menutup mata atas semua pelanggaran yang sengaja dan sadar mereka lakukan, padahal jelas-jelas melanggar Statuta PSSI. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prediksi Susunan Pemain Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Kickoff 15.00 WIB

Prediksi Susunan Pemain Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Kickoff 15.00 WIB

Liga Indonesia
Persela Vs PSM Makassar, Laskar Joko Tingkir Ingin Jauhi Zona Merah

Persela Vs PSM Makassar, Laskar Joko Tingkir Ingin Jauhi Zona Merah

Liga Indonesia
Dukungan Isnan Ali untuk Timnas U-23 Indonesia pada SEA Games 2019

Dukungan Isnan Ali untuk Timnas U-23 Indonesia pada SEA Games 2019

Internasional
Timnas U23 Kamboja Sebut Vietnam dan Indonesia Bukan Masalah

Timnas U23 Kamboja Sebut Vietnam dan Indonesia Bukan Masalah

Internasional
Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Indra Sjafri Pastikan Garuda Siap

Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Indra Sjafri Pastikan Garuda Siap

Liga Indonesia
Dea Salsabila Putri Raih 3 Emas SEA Games 2019 dari Pentathlon

Dea Salsabila Putri Raih 3 Emas SEA Games 2019 dari Pentathlon

Liga Indonesia
Kunci Keberhasilan Beatrice/Jessy Raih Medali Emas

Kunci Keberhasilan Beatrice/Jessy Raih Medali Emas

Liga Indonesia
SEA Games 2019, Beatrice/Jessy Tambah Emas Indonesia dari Tenis

SEA Games 2019, Beatrice/Jessy Tambah Emas Indonesia dari Tenis

Liga Indonesia
PSS Sleman Vs Persib Bandung, Seto Sudah Pelajari Permainan Maung Bandung

PSS Sleman Vs Persib Bandung, Seto Sudah Pelajari Permainan Maung Bandung

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Osvaldo Haay Jadi Ancaman Besar

Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Osvaldo Haay Jadi Ancaman Besar

Internasional
Kano dan Dayung Turut Sumbang Medali Emas pada SEA Games 2019

Kano dan Dayung Turut Sumbang Medali Emas pada SEA Games 2019

Liga Indonesia
Update Klasemen SEA Games 2019, Indonesia Kokoh di Peringkat Ke-2

Update Klasemen SEA Games 2019, Indonesia Kokoh di Peringkat Ke-2

Liga Indonesia
Syahrian Abimanyu, Pemain Favorit Greg Nwokolo di Timnas U23 Indonesia

Syahrian Abimanyu, Pemain Favorit Greg Nwokolo di Timnas U23 Indonesia

Internasional
PSS Vs Persib, Maung Bandung Tak Mau Kalah Lagi

PSS Vs Persib, Maung Bandung Tak Mau Kalah Lagi

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Kritik Jadi Motivasi Indra Sjafri

Timnas U23 Indonesia Vs Myanmar, Kritik Jadi Motivasi Indra Sjafri

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X