Kompas.com - 30/05/2015, 23:17 WIB
Pintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019. KOMPAS / AGUS SUSANTOPintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019.
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Alfitra Salamm, mengungkapkan, pemerintah sudah mempunyai blueprint yang akan dijadikan dasar untuk membenahi sepak bola Indonesia.

Pernyataan itu diungkapkannya setelah FIFA menjatuhkan sanksi untuk Indonesia, Sabtu (30/5/2015). FIFA mengeluarkan putusan tersebut setelah menggelar emergency meeting Komite Eksekutif di Zurich, Swiss.

"Pemerintah sudah menyiapkan blueprint ke depan baik untuk kompetisi, menghidupkan kembali perserikatan di daerah, liga-liga nusantara, dan kemudian yang jelas akan juga mengevaluasi program-program yang belum tersentuh oleh PSSI," ungkap Alfitra kepada Kompas.com di Jakarta, Sabtu malam.

"Kami akan bekerja secepat mungkin. Nanti Pak Menteri (Imam Nahrawi) yang akan langsung mengumumkannya," tambah Alfitra.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengutarakan bahwa pemerintah ingin ada pembenahan total PSSI untuk memperbaiki prestasi sepak bola Tanah Air. Menurutnya, krisis prestasi sepak bola Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan lantaran tim nasional senior terakhir kali meraih juara pada 1991.

"Apakah kita hanya ingin ikut event internasional atau ingin prestasi? Kalau hanya ingin event internasional tapi selalu kalah, kebanggaan kita di mana?" kata Jokowi.

"Pembenahan total artinya reformasi total, pembenahan organisasi, sistem, dan manajemen karena di tingkat pemain saya lihat sudah bagus. Tetapi, di level ini harus ada pembenahan," lanjut Presiden.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.