Kompas.com - 02/12/2014, 20:59 WIB
Salah satu ekspresi pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti ketika menyaksikan pertandingan Primera Division antara timnya dan Malaga, di Rosaleda, Malaga, Sabtu (29/11/2014). Madrid memenangai laga itu dengan skor 2-1. AFP PHOTO/ JORGE GUERREROSalah satu ekspresi pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti ketika menyaksikan pertandingan Primera Division antara timnya dan Malaga, di Rosaleda, Malaga, Sabtu (29/11/2014). Madrid memenangai laga itu dengan skor 2-1.
EditorTjatur Wiharyo
MADRID, KOMPAS.com - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengungkapkan, ia mengalami tantangan lebih besar ketika menangani AC Milan, karena di Milan-lah ia memperkenalkan filosofi baru bersepak bola, sementara di Madrid ia dibantu oleh tim yang menjuarai Liga champions musim lalu.

Ancelotti menangani Milan pada 2001-2009. Ia kemudian menangani Chelsea, Paris Saint-Germain, dan pada 2013 bergabung dengan Madrid.

"Saya adalah pelatih yang beruntung karena punya skuad fantastis. Terlepas dari kualitas, (Madrid) adalah tim yang sangat profesional dan menerima keputusan-keputusan saya," ujar Ancelotti.

"Lebih sulit menyatukan Andrea Pirlo dengan Rui Costa dan Clarence Seedorf dengan Rivaldo ketimbang Isco, James Rodriguez, dan Toni Kroos, karena ketika di Milan itulah saya pertama kali mengubah total filosofi saya tentang sepak bola Musim ini, saya dibantu oleh kesuksesan musim lalu karena itu sudah menjadi patokan," lanjut Ancelotti.

Sejak Juni 2014, Milan ditangani oleh Filippo "Pippo" Inzaghi, yang sempat membela Milan sebagai pemain pada era Ancelotti. Bersama Inzaghi, Milan telah mengarungi 13 pertandingan Serie-A dengan rekor lima kali menang dan enam kali imbang. Milan duduk di peringkat keenam dengan nilai 21, atau kalah dua angka dari Napoli di posisi ketiga.

"Pippo bekerja dengan baik. ia berkomitmen kepada pekerjaannya dan menyukai semua hal di sana. Ada antusiasme besar pada awalnya, kemudian Anda melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan itu," ulas Ancelotti.

"Ia bekerja penuh semangat dan Milan kembali ke jalurnya secara perlahan-lahan. Namun, ini butuh kesabaran. Ini adalah era baru bersama Pippo dan ada beberapa pemain muda berbakat yang masih berkembang."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ia harus melakukan hal-hal yang ia merasa suka melakukannya, karena tugasnya adalah membuat keputusan. Secara pribadi, saya belajar banyak dari Arrigo Sacchi. Jadi, jika Pippo belajar sesuatu dari saya, itu mungkin lebih berkaitan dengan latihan dibanding taktik, karena latihan bergantung pada karakteristik pemain yang Anda miliki," tuturnya.

Ancelotti pernah bekerja sama dengan sejumlah pemain Milan saat ini. Ia pernah bekerja sama dengan Fernando Torres di Chelsea, Alex dan Jeremy Menez di PSG, dan Diego Lopez di Madrid. Ancelotti pun mengungkapkan pengalamannya dengan pemain-pemain itu.

"Pippo harus melakukan evaluasi secara langsung dengan Torres dan menemukan solusi yang tepat untuk memotivasi dan meningkatkan performanya. Torres sangat profesiinal dan tak akan membirkan dirinya jatuh karena kritik, karena ia pribadi yang sangat seimbang," ungkap Ancelotti.

"Diego Lopez adalah kiper yang Milan telah cari sejak lama, sejak Milan ingin mencari pengganti Dida. (Lopez) sangat bisa diandalkan."

"Ketika Alex berada dalam kondisi yang baik, ia masih merupakan salah satu bek terbaik di dunia. Menez sering bermain sebagai penyerang tengah, karena Zlatan Ibrahimovic ingin mendapatkan dukungan di dekatnya dan kecepatan (Menez) adalah senjata yang penting."

"Jika ia bisa menemukan lingkungan yang tepat, ia bisa menciptakan perbedaan dengan kualitasnya. Menez punya kepibadian unik. Ia teman yang baik yang tak selalu memiliki motivasi untuk memberikan yang terbaik. Lingkungan positif akan membantunya dan menurut saya, ia menemukan itu di Milan," papar Ancelotti.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.