Kompas.com - 12/07/2014, 16:04 WIB
|
EditorReza Wahyudi
BRASILIA, KOMPAS.com — Bagi masyarakat Brasil, satu-satunya pemuas dahaga adalah gelar juara Piala Dunia 2014. Peringkat ketiga tidak bisa menghapus kekecewaan gagal ke final. Meski demikian, tim nasional Brasil dan Belanda akan tetap berjuang menjalani laga perebutan posisi ketiga di Stadion Nacional, Brasilia, Sabtu (12/7) waktu setempat (Minggu pukul 03.00 WIB), demi martabat bangsa.

”Hati kami telanjur kecewa, sedih, dan remuk redam melihat penampilan memalukan melawan Jerman. Kemenangan sehebat apa pun atas Belanda tak bisa mengobati luka yang teramat dalam,” ungkap Marcos, warga Rio de Janeiro.

Marcos dan warga lainnya merasa dipermalukan dengan kekalahan Brasil, 1-7, dari Jerman di semifinal. Ini adalah kekalahan terburuk Brasil di Piala Dunia.

Felipe, mahasiswa di Rio de Janeiro, tak terlalu peduli dengan laga perebutan tempat ketiga. Ia hanya berharap pelatih Brasil Luiz Felipe Scolari tak lagi menurunkan pemain yang tampil buruk pada laga-laga sebelumnya. ”Jika masih ingin mendapat reaksi positif penonton, tolong jangan pasang Fred dan Dante. Itu akan menambah rasa kecewa kami terhadap tim,” katanya.

Publik sah-sah saja kecewa. Namun, laga ini tetap harus dijalani. Satu-satunya alasan Brasil dan Belanda menjalani laga tidak penting ini adalah menjaga martabat tim nasional. Mereka tidak ingin tercatat dalam sejarah sebagai tim yang kalah dua kali di akhir Piala Dunia.

”Sekarang kami harus fokus pada pertandingan berikutnya. Kami telah bertanding dengan sangat bagus dan melangkah sejauh ini. Kami akan sangat malu jika pulang membawa dua kekalahan,” tegas gelandang timnas Belanda, Dirk Kuyt.

Belanda ingin menumpahkan energi terakhirnya untuk menundukkan Brasil. Namun, mereka juga dalam situasi yang kurang diuntungkan karena waktu istirahatnya satu hari lebih pendek dari tim tuan rumah. ”Ini kurang adil,” keluh pelatih tim ”Oranye” Louis van Gaal.

Skuad Brasil pun tak terlalu antusias menjalani laga ini. Mereka sadar, peringkat ketiga tidak bisa menghapus kekecewaan rakyat Brasil atas kegagalan ”Selecao” melaju ke final.

”Yang terpenting adalah peringkat pertama. Tidak ada lagi yang lebih penting dari itu. Namun, kami mewakili jutaan rakyat Brasil, jadi kami harus mengunyah kekalahan itu dan bertanding serius melawan Belanda,” ujar bek kanan Brasil, Dani Alves.

Kekalahan dari Belanda bisa memperdalam duka rakyat Brasil. Inilah yang ingin dihindari Thiago Silva dan kawan-kawan meskipun secara pribadi mereka tidak menginginkan laga ini.

Motivasi Neymar

Motivasi untuk mempertahankan harga diri itu yang ingin dibangkitkan oleh Neymar saat dia muncul di pusat latihan tim ”Samba” di Teresopolis, Rio de Janeiro, Kamis petang. Pemain kunci timnas Brasil yang retak tulang punggung itu absen di semifinal.

Kemunculan Neymar merupakan kejutan. Ia berjalan menuju lapangan dan disambut rekan-rekannya yang sedang berlatih. Kehadiran pemain berusia 22 tahun itu menghadirkan senyum di wajah rekan-rekannya dan Scolari. Neymar juga menemui pemain lain yang memulihkan kebugaran dan berlatih di ruang gim.

”Ini sulit dipercaya, sulit dijelaskan. Kami memiliki peluang untuk menuliskan nama kami dalam sejarah dengan cara yang positif, tetapi kami gagal,” ujar Neymar.

”Sekarang kami perlu menjalani pertandingan Sabtu seperti final dan mengakhiri Piala Dunia dengan senyum, dengan kemenangan. Ini tidak akan mengurangi rasa sakit, tetapi ini penting,” katanya.

Laga ini bisa menjadi laga terakhir Scolari bersama Brasil. Ia dihantam kritik setelah gagal membawa timnya ke final dengan kekalahan terbesar dalam sejarah Selecao.

Media massa di Brasil mulai berspekulasi dengan sosok pengganti Scolari. Kandidat terkuat saat ini adalah Tite, mantan pelatih klub Corinthians, yang mempersembahkan gelar juara Copa Libertadores dan Piala Dunia Klub FIFA pada 2012.

Pemain legendaris Zico menilai, pelatih Sao Paulo Muricy Ramalho menjadi kandidat paling tepat. Ramalho dikenal sebagai pelatih yang bersedia menerima masukan dan terus mengembangkan strategi alternatif. (AP/AFP/BBC/O GLOBO/RIZ)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.