Kompas.com - 27/03/2014, 16:35 WIB
Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti (kanan) berbincang dengan pelatih Barcelona Gerardo Martino, sebelum El Clasico, di Santiago Bernabeu, Minggu (23/3/2014). GERARD JULIEN / AFPPelatih Real Madrid Carlo Ancelotti (kanan) berbincang dengan pelatih Barcelona Gerardo Martino, sebelum El Clasico, di Santiago Bernabeu, Minggu (23/3/2014).
|
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mulai pesimistis dengan peluang timnya untuk menjuarai La Liga musim ini. Ancelotti mengakui, kekalahan dari Sevilla membuat harapan untuk merengkuh gelar tertinggi di tanah Spanyol itu mulai memudar.

Los Blancos pulang dengan tangan hampa saat menyambangi Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (26/3/2014), untuk melawan tuan rumah Sevilla. Sempat unggul lebih dulu lewat gol Cristiano Ronaldo, El Real akhirnya harus menerima kekalahan 1-2. Hasil buruk ini terjadi hanya berselang tiga hari setelah mereka takluk 3-4 dari Barcelona pada el clasico akhir pekan kemarin.

Kini, Madrid, yang sebelumnya menguasai klasemen, tergelincir ke peringkat ketiga. Los Galacticos tertinggal dua poin dari Barca di peringkat kedua dan Atletico Madrid yang berada di puncak.

"Saya tak berpendapat bahwa kekalahan (dari Barca) memengaruhi kami," ujar Ancelotti seusai pertandingan. "Sebelumnya, segalanya berjalan dengan baik dan sekarang kami sudah sampai di sini. Kami perlu bereaksi dengan karakter dan kepribadian."

"Liga lebih rumit dan segala pertandingan akan menjadi penting."

Ancelotti pun membela Xabi Alonso, yang mendapat kritikan akibat kehilangan bola sebelum gol Sevilla. Dia pun menegaskan bahwa Ronaldo tidak marah karena tak bisa mengambil tendangan bebas terakhir dalam laga tersebut.

"Alonso tidak bersalah. Dia tidak mampu mengendalikan bola, tetapi kami harus melindunginya dan itu tidak dilakukan," ujar mantan pelatih AC Milan dan PSG ini.

"Cristiano tidak marah karena kami kalah, sama sekali tidak. Sekarang La Liga menjadi rumit karena kami di belakang. Sulit, tetapi ada peluang."

Ancelotti juga menepis anggapan bahwa Los Blancos kesulitan melawan tim-tim besar karena mereka kehilangan poin saat melawan Atletico, Barca, dan kini Sevilla. Menurut pelatih asal Italia ini, La Liga memang sulit karena dihuni tim-tim kuat sehingga pertandingan berlangsung ketat.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa para pemain Madrid harus tetap optimistis menghadapi laga-laga tersisa. Mereka harus yakin bahwa peluang untuk menjadi juara belum tertutup.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X