Kompas.com - 27/09/2013, 00:44 WIB
Ilham Udin Armaiyin dengan nomor punggung 20 menjadi penentu dalam final antara Timnas Indonesia U-19 melawan Vietnam melalui adu penalti laga Piala AFF 2013 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (22/9/2013) setelah melesakkan gol ke-7. SURYA/ERFAN HAZRANSYAHIlham Udin Armaiyin dengan nomor punggung 20 menjadi penentu dalam final antara Timnas Indonesia U-19 melawan Vietnam melalui adu penalti laga Piala AFF 2013 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (22/9/2013) setelah melesakkan gol ke-7.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
TERNATE, KOMPAS.com — Pemain timnas U-19, Ilham Armaiyn, bertekad untuk fokus mengembangkan prestasi sepak bola setelah lulus dari SMA Ragunan dan tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Saya kebetulan sudah masuk timnas U-19 dan ini kesempatan bagi saya untuk mengembangkan prestasi di sepak bola," kata pemain asal Maluku Utara, di Ternate, Kamis (26/9/2013).

Ilham menjadi penentu kemenangan pada adu penalti timnas melawan Vietnam di final Piala AFF U-19 di Sidoarjo, Minggu (22/9/2013).

Fans klub sepak bola Inggris Arsenal itu mengatakan, dirinya sudah menyukai sepak bola sejak kecil. Oleh karena itu, dia berusaha untuk mengembangkan kemampuan bermain sepak bola agar bisa masuk timnas.

Ilham mengatakan, dirinya pertama kali mengenal teknik bermain sepak bola yang benar setelah bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Gamalama di Ternate tahun 2008. Saat itu, dia masih duduk di bangku SMP.

"Sejak saat itu, saya kemudian dipercaya memperkuat tim SSB Tunas Gamalama pada kejuaraan antara SSB di Ternate tahun 2009 dan tim kami keluar sebagai juara," kata pengagum pemain Argentina Lionel Messi itu.

Selama menjadi pelajar di Ternate, ia beberapa kali mengikuti kejuaraan tingkat nasional, di antaranya memperkuat tim SMK Binter Ternate pada kejuaraan Liga Pendidikan Indonesia (LPI) tahun 2011 dan berhasil meraih juara sekaligus sebagai pencetak gol dan pemain terbaik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, kata cucu Gubernur Malut Thaib Armaiyn itu, dirinya pernah pula memperkuat tim sepak bola pelajar Malut pada PPLP tahun 2013 di Nangroe Aceh Darussalam dan meraih juara.

Ia juga mengaku masuk dalam timnas untuk mengikuti kejuaraan Asian School di Thailand dan saat itu timnas Indonesia meraih juara dan puncaknya terpilih masuk timnas U-19 tahun untuk mengikuti piala AFF di Sidoarjo dan kemudian berhasil meraih juara.

"Pelatih timnas U-19 hanya memberi libur kepada kami sampai hari ini (26/9), jadi hari ini juga saya harus kembali ke Jakarta karena saya tidak ingin dianggap tak disiplin. Disiplin merupakan salah satu faktor penentu untuk mengembangkan prestasi di sepak bola," katanya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.