Salin Artikel

Gareth Bale dan 6 Bulan Menentukan bagi Kariernya di Tottenham

KOMPAS.com - Masa depan Gareth Bale masih jauh dari pasti. Kembalinya penyerang asal Wales itu ke Tottenham merupakan win-win solution bagi semua pihak: Bale, Spurs, dan Real Madrid pada awal musim ini.

Akan tetapi, Gareth Bale kembali menemui persimpangan jalan. Enam bulan ke depan diyakini bakal menjadi teramat penting bagi Bale untuk menyelamatkan sisa kariernya.

The Times dan juga AS melaporkan bahwa masa depan Gareth Bale di Spurs masih abu-abu.

Beberapa faktor menjadi penyebab, terutama cedera lutut yang ia derita.

Debut kedua Bale bagi Spurs sempat tertunda karena ia menderita cedera lutut pada awal musim.

Ritme penampilan pemain berusia 31 tahun terganggu karena proses adaptasi ulang di London Utara plus menjalani perawatan dan rehabilitasi.

Bale belum bisa bermain 90 menit di Premier League sejak kembali ke Spurs. Ia paling lama bermain 78 menit, yakni saat menjadi starter pada laga kontra West Brom, awal November.

Mayoritas waktu bermain Bale datang di laga-laga Liga Europa di mana ia mencatatkan lebih dari setengah waktu bermainnya musim ini, 393 menit dari total 623 menit, di semua kompetisi.

Menurut laporan The Times, Gareth Bale menginginkan waktu bermain lebih banyak di London. Namun, ia tetap bahagia di Spurs.

Apalagi, ia berada dalam lingkungan yang menurutnya jauh lebih akomodatif ketimbang di Madrid.

The Times menggambarkan bahwa Bale adalah salah satu sosok "paling populer di ruang ganti" dan mendapatkan dukungan penuh dari bosnya.

"Ia peduli dengan kami dan kami pun peduli dengan dia. Ia bugar, tenang, dan sangat cerdas," tutur pelatih Jose Mourinho.

Akan tetapi, Bale menghadapi situasi kurang kondusif karena Spurs sampai saat ini dilaporkan belum berniat memperpanjang kontrak peminjamannya yang akan selesai pada akhir musim.

Bale sendiri masih terikat kontrak permanen dengan Real Madrid hingga musim panas 2022.

Alhasil, The Times menuliskan kalau performa Bale "dari sekarang hingga akhir musim akan menjadi kunci untuk mengubah jalan berpikir klub London tersebut."

Tentu, hal itu lebih mudah dikatakan ketimbang terwujud. Apalagi, Spurs punya kelebihan stok pemain di posisi menyerang lebar.

Pemain-pemain seperti Lucas Moura, Erik Lamela, Giovani Lo Celso, dan Steven Bergwijn memberikan Mourinho opsi lebih energik dan atletik ketimbang Bale sekarang.

Oleh karena itu, media sama mengutarakan bahwa Bale harus lebih mengambil setiap kesempatan yang datang apalagi dengan Spurs terus melaju di Piala Liga, Piala FA, dan Liga Europa.

https://bola.kompas.com/read/2021/01/15/15200018/gareth-bale-dan-6-bulan-menentukan-bagi-kariernya-di-tottenham

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.