Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Unai Emery dan David Luiz Dikritik, Bek Tangguh Arsenal Pasang Badan

KOMPAS.com - Arsenal membuang dua poin saat ditahan imbang 2-2 oleh Watford pada ajang Liga Inggris, Minggu (15/9/2019).

Arsenal sempat memimpin 2-0 hingga jeda babak di Vicarage Road berkat gol-gol dari Pierre-Emerick Aubameyang.

The Gunners seperti sudah memastikan kemenangan dari laga tandang kontra tim penghuni buntut klasemen Liga Inggris tersebut.

Akan tetapi, pasukan Unai Emery rontok pada babak kedua. Pertahanan mereka sangat kendor dan menerima 31 tembakan sepanjang laga, 23 datang setelah turun minum.

Jumlah ini adalah yang terburuk bagi The Gunners sejak perusahaan pengolah statistik pertandingan, Opta, mulai mengambil data 16 tahun silam.

Eks penyerang Barcelona, Gerard Deulofeu, dan mantan gelandang Manchester United, Tom Cleverley masing-masing melepas 7 usaha ke gawang.

Tak mengherankan, apabila Arsenal kini telah menerima paling banyak tembakan ketimbang tim-tim Premier League lain.

Salah satu gol Arsenal terjadi setelah ada kesalahan ketika The Gunners berusaha membangun serangan dari kotak penalti mereka sendiri.

Bek asal Yunani, Sokratis Papastathopoulos, salah mengoper bola ke Matteo Guendouzi.

Si kulit bundar berhasil diintersep Gerard Deulofou. Ia lalu mengoper ke Tom Cleverley yang langsung melesatkan bola melewati pengawalan Bernd Leno.

Ini adalah kesalahan besar pertama di laga tersebut dengan bek anyar David Luiz juga melakukan blunder saat menjatuhkan Roberto Pereyra dengan sangat ceroboh di dalam kotak penalti, yang berujung ke gol penyama kedudukan tim tuan rumah.

Menariknya, David Luiz sudah memberi lawan-lawan Arsenal dua penalti dari empat laga ia memperkuat The Gunners.

Satu lagi kesalahannya datang kontra Liverpool saat ia menarik baju Mohamed Salah di kotak terlarang.

Padahal, David Luiz hanya menyebabkan tiga penalti dari 160 pertandingan bersama Chelsea.

Kendati Unai Emery mendapat hujan kritik deras perihal taktiknya memainkan bola dari belakang, Sokratis pasang badan.  

Menurutnya, tiga poin Arsenal hilang di laga ini karena perbuatannya.

"Saya pikir, saya penyebab kami kalah di laga ini," tutur Sokratis di Football.London. "Kesalahan saya datang dari hal sangat sederhana yang seharusnya tak perlu saya lakukan."

"Saya pikir ini alasan kami kehilangan tiga poin."

"Saya minta maaf karena hari ini saya membuat tim kalah dan saya harus kerja lebih keras lagi."

Selain mengaku salah, mantan bek Borussia Dortmund ini juga menolak untuk menanggapi kesalahan David Luiz yang berujung ke gol kedua Watford.

"Saya tak ingin membicarakan soal hal-hal lain. Hari ini adalah kesalahan saya yang membuat kami kalah. Rekan-rekan yang lain telah berusaha, saya tak perlu melakukan kesalahan ini."

Walau mendapat banyak kritik dengan strategi bola pendeknya, Unai Emery menolak untuk mengubah gaya bermain. Ia mengaku bahwa terkadang strategi itu mendatangkan risiko akan tetapi keuntungannya juga besar.

"Ya, tetapi setelah gol, kami berusaha mengambil goal kick pendek lagi dan berhasil menembus garis permainan mereka. Kami berhasil menemukan ruang ke sepertiga serangan akhir," ujarnya setelah pertandingan.

"Kami kurang maksimal tetapi kami harus bisa mengulangnya lagi dan kami punya kapasitas untuk melakukan serangan dengan cepat ketika tim-tim ingin menekan kami."

Kendati kerap melakukan break dengan cepat seperti klaim Unai Emery, Arsenal sebenarnya memiliki problem di lini depan.

Dani Ceballos dan Pierre-Emerick Aubameyang tak menciptakan satu pun peluang mencetak gol bagi rekan-rekan mereka.

Pembelian pemecah rekor klub, Nicolas Pepe, juga hanya menciptakan satu peluang tanpa mencatatkan sebiji pun usaha ke gawang.

Hal ini pasti akan membuat pusing kepala Emery jelang tiga laga berikut melawan Aston Villa, Manchester United, dan Bournemouth. 

https://bola.kompas.com/read/2019/09/16/20400058/unai-emery-dan-david-luiz-dikritik-bek-tangguh-arsenal-pasang-badan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke