Alasan Jacksen F Tiago Jadi Pelatih Timnas All Star - Kompas.com

Alasan Jacksen F Tiago Jadi Pelatih Timnas All Star

Kontributor Gresik, Hamzah Arfah
Kompas.com - 15/11/2017, 08:36 WIB
Dari kiri ke kanan; Ponaryo Astaman, Jacksen F. Tiago, Yunan Achmadi, Aji Santoso dan Samsul Arif.KOMPAS.com / Hamzah Dari kiri ke kanan; Ponaryo Astaman, Jacksen F. Tiago, Yunan Achmadi, Aji Santoso dan Samsul Arif.

LAMONGAN, KOMPAS.com – Manajemen Persela Lamongan membeberkan alasan memilih Jacksen F Tiago sebagai arsitek Timnas All Star dalam "Tribute Match Choirul Huda" di Stadion Surajaya, Rabu (15/11/2017) malam. Pelatih Barito Putera tersebut ikut berjasa dalam karier mendiang, terutama bersama timnas Indonesia.

"Kenapa kami memilihnya? Karena itu ada history tersendiri. Coach Jacksen yang pertama kali memanggil almarhum Choirul Huda masuk ke dalam skuad Timnas PSSI," tutur manajer Persela, Yunan Achmadi, Selasa (14/11/2017).

Choirul Huda pertama kali dipanggil memperkuat timnas pada 15 Oktober 2013. Saat itu, Indonesia yang dilatih Jacksen berhadapan dengan China pada babak Kualifikasi Piala Asia 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Duel berakhir dengan skor imbang 1-1. Kala itu, Choirul Huda hanya duduk di bangku cadangan karena I Made Wirawan bermain sebagai kiper utama.

Semasa kariernya, Choirul Huda sempat diberi kepercayaan membela timnas sebanyak tujuh kali. Rinciannya, empat laga Kualifikasi Piala Asia dan tiga pertandingan persahabatan, meskipun semuanya dilakoni dari bangku cadangan.

Terakhir kali mendiang Choirul Huda tercatat membela skuad Garuda pada 30 Maret 2015. Saat itu, Indonesia menekuk Myanmar 2-1 dalam laga di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.

"Sebuah kehormatan luar biasa bagi saya, dipercaya menjadi arsitek timnas All Star dalam pertandingan nanti. Meski sayang sekali, kita hadir dalam momen kurang mengenakan dalam sepak bola. Semoga, acara ini bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan,” ucap Jacksen.

Mantan penyerang Petrokimia Putra semasa aktif menjadi pemain ini juga hampir meneteskan air mata ketika mengenang Choirul Huda. Dia menilai, tidak banyak pemain yang bisa menjalani karier profesional hanya bersama satu klub.

“Dia merupakan sosok pemain yang pasti memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi, sudah tidak diragukan lagi itu. Semoga almarhum diberikan tempat yang layak, saya sendiri cukup senang dan bangga bisa berada di tengah pertandingan untuk penghormatan bagi almarhum,” kata Jacksen.

PenulisKontributor Gresik, Hamzah Arfah
EditorAloysius Gonsaga AE
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM