Bonucci Sebut Tim Eropa Takut Menghadapi Juventus - Kompas.com

Bonucci Sebut Tim Eropa Takut Menghadapi Juventus

Kompas.com - 20/04/2017, 17:11 WIB
AFP/MARCO BERTORELLO Bek Juventus, Leonardo Bonucci, tampak tengah berbicara dengan penyerang Barcelona, Lionel Messi, pada pertandingan perempat final Liga Champions di Juventus Stadium, Selasa (11/4/2017).

BARCELONA, KOMPAS.com - Juventus tampil luar biasa ketika menyingkirkan Barcelona pada babak perempat final Liga Champions. Ini membuat bek Leonardo Bonucci merasa yakin semua tim Eropa akan takut menghadapi Si Nyonya Besar.

Pada pertandingan leg kedua di Camp Nou, Rabu (19/4/2017), Juventus menahan imbang Barca 0-0. Ini membuat Bianconeri meraih tiket semifinal dengan keunggulan agregat 3-0 karena pada leg pertama di Turin pada pekan lalu, mereka melibas The Catalans tiga gol tanpa balas.

Hasil tersebut bisa menjadi pelampiasan dendam Juventus kepada Barca, yang mengalahkan mereka 3-1 pada final Liga Champions 2015. Juventus pun mencapai semifinal kompetisi paling elite antarklub Eropa ini untuk ke-12 kalinya.

"Ini bukan mengenai siapa yang tidak ingin kami hadapi karena tidak satupun dari tim lain yang ingin menghadapi kami. Juventus menimbulkan kengerian kepada tim-tim yang lain dan sekarang tujuan kami adalah untuk mencapai final," kata Bonucci kepada para pewarta, setelah membantu meredam gempuran Barca dalam dua pertandingan tersebut.

"Kami memperlihatkan kesatuan dan solidaritas yang hebat. Kami memiliki keyakinan terhadap diri sendiri, karena mencetak tiga gol ke gawang Barcelona dan mencatatkan clean sheet di Nou Camp memperlihatkan bahwa kami adalah tim hebat. Sekarang masih ada dua langkah lagi untuk dilalui."

"Tim ini layak mendapat pujian untuk bagaimana pendekatan kami pada setiap pertandingan, apakah kami bermain melawan Barcelona atau Pescara. Ini merupakan langkah lain dari pertumbuhan kami dan sekarang setiap lawan akan cemas soal peluang menghadapi Juventus."

Juventus memonopoli Serie A sejak 2011-2012 dan kini berada di jalur untuk mempertahankan sekaligus meraih scudetto keenam kalinya secara beruntun. Meski demikian, rekor mereka relatif buruk dalam kasta tertinggi kompetisi Eropa ini karena hanya dua kali menjadi juara yakni pada 1985 dan 1996.

EditorAloysius Gonsaga AE
SumberReuters
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM