Senin, 27 Maret 2017

Bola / Internasional

Eder, Si Buruk Rupa Berubah Jadi Cantik

Dok. UEFA Pemain Portugal, Eder (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol kemenangan ke gawang Perancis, dalam laga final Piala Eropa 2016 di Stade de France, Saint-Denis, Minggu (10/7/2016) waktu setempat.

SAINT-DENIS, KOMPAS.com - Pelatih Portugal, Fernando Santos, menyatakan bahwa Eder bak itik buruk rupa yang berubah menjadi angsa cantik.

Analogi tersebut dilontarkan Santos setelah Eder mencetak gol penentu kemenangan Portugal atas Perancis pada final Piala Eropa di Stade de France, Minggu (10/7/2016).

Eder baru masuk menggantikan Renato Sanches pada menit ke-79. Tidak banyak orang mengira striker berusia 28 tahun itu bakal menjadi sosok protagonis.

Maklum, Eder hanyalah striker tumpul di level klub. Pada musim 2015-2016, dia tidak mampu mencetak gol bersama Swansea City dan cuma menyumbang empat gol untuk Lille.

"Eder seperti itik buruk rupa yang tidak diperhitungkan. Ketika hendak masuk, dia sudah memberi tahu akan mencetak gol. Kini, Eder berubah menjadi angsa cantik," ucap Santos seperti dilansir Sky Sports.

Santos tidak cuma melontarkan pujian untuk Eder, tetapi juga Cristiano Ronaldo yang cuma merumput selama 24 menit.

Sang kapten terpaksa meninggalkan lapangan lantaran menderita cedera lutut. Dia menerima terjangan dari gelandang Perancis, Dimitri Payet, pada menit ke-9.

Meski mengalami cedera parah, Ronaldo tidak langsung menuju rumah sakit. Dia bertahan di bangku cadangan dan memberikan dukungan kepada rekan-rekan setimnya.

"Kapten kami juga tidak kalah hebat. Dia sangat ingin kembali ke lapangan, tetapi kehadirannya di ruang ganti dan bangku cadangan sangat membantu. Dia selalu meyakini bahwa kami bisa menang," lanjut Santos.

Penuturan Santos terkait peran Ronaldo turut diamini Eder. Nama terakhir mengaku sempat mendapatkan dorongan untuk mencetak gol penentu dari Ronaldo. (Lariza Okky Adisty)

Kompas TV Menang 1-0, Portugal Juarai Perancis 2016

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Anju Christian
Editor : Anju Christian
Sumber: JUARA,