Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Como 1907, Sentuhan Indonesia dalam Wajah Internasional Serie A

Kompas.com - 21/05/2024, 11:00 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS. com - Hartono bersaudara ada di balik sukses Como 1907 promosi ke Serie A. Musim depan, akan ada sembilan klub Serie A yang dipimpin oleh pemilik asing.

Kehadiran Como bakal menambah panjang deretan klub kontestan Serie A 2024-2025 yang dimiliki investor dari luar Italia.

Sky Sport Italia mencatat, bakal ada sembilan tim Serie A musim depan yang dikomandoi bos atau grup investor asing. Jumlah tersebut nyaris mencapai separuh kontestan liga.

Tim-tim tersebut adalah Atalanta (Stephen Pagliuca/Amerika Serikat), Bologna (Joey Saputo/Kanada), Como (Hartono bersaudara/Indonesia), dan Fiorentina (Rocco Commisso/AS).

Genoa (777 Partners/AS), Inter Milan (Steven Zhang/China), AC Milan (Gerry Cardinale/AS), Parma (Krause Group/AS), dan Roma (Dan Friedkin/AS) juga didukung oleh bos atau investor dari luar Negeri Piza.

Jumlah itu masih bisa bertambah andaikata satu tiket promosi ke Serie A yang tersisa menjadi milik Venezia (Duncan Niederauer/AS) atau Palermo (City Football Group/UEA).

Baca juga: Como 1907 Proyek “1 Miliar Dollar”, Bos Hartono Tak Kejar Gengsi

Fenomena ini menandakan pergeseran dalam lanskap sepak bola Italia, yang kian kental rasa internasional.

Pada masa lalu, klub-klub Serie A banyak dipimpin oleh konglomerat lokal yang tanpa ragu mengalirkan harta kekayaan kepada tim kesayangan. 

Sebut saja Silvio Berlusconi yang melegenda di AC Milan, Klan Agnelli yang menguasai Juventus, dan Massimo Moratti, presiden di balik sukses Inter Milan meraih treble pada 2010.

Daftar akan kian panjang jika menyebut Keluarga Tanzi (Parma), Franco Sensi (AS Roma), Sergio Cragnotti (Lazio), Vittorio Cecchi Gori (Fiorentina), dan bos eksentrik macam Maurizio Zamparini (Venezia, Palermo), dan Luciano Gaucci (Perugia).

Walau perubahan besar kini telah terjadi dengan banyaknya investor asing di Italia, Como yang ditopang oleh Grup Djarum pimpinan taipan Indonesia, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, tetap merasa harus menjunjung etika lokal.

"Saya selalu berpikir bahwa kami adalah tamu di negeri orang. Apa yang kami lakukan saat ini adalah mencoba melakukan kerja sama dengan klub-klub Serie A lainnya untuk sama-sama mengangkat pamor sepak bola Italia," kata perwakilan Como 1907 dan Grup Djarum kepada KOMPAS.com melalui sambungan video, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Como Si Pencuri Hati, Desain Fabregas Si Arsitek Cerdas

Awal Penuh Kecurigaan

Mirwan menceritakan proses panjang warga lokal Como dalam menerima kedatangan grup investor anyar yang dipimpin Hartono bersaudara.

Publik Como yang pernah dibuat kecewa dengan pemilik-pemilik sebelumnya, awalnya memandang dengan penuh kecurigaan. 

Mirwan mengatakan butuh sekitar tiga tahun untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari publik setempat. Demi mendapatkan cinta dari masyarakat lokal, pihak manajemen pun berupaya menempatkan diri sebagai orang Como.

Perwakilan Grup Djarum dan juga Como 1907, Mirwan Suwarso, saat berbicara via Zoom kepada wartawan-wartawan grup Kompas Gramedia pada Rabu (15/5/2024) siang WIB.TANGKAPAN LAYAR Perwakilan Grup Djarum dan juga Como 1907, Mirwan Suwarso, saat berbicara via Zoom kepada wartawan-wartawan grup Kompas Gramedia pada Rabu (15/5/2024) siang WIB.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com