Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Como 1907 Proyek “1 Miliar Dollar”, Bos Hartono Tak Kejar Gengsi

Kompas.com - 18/05/2024, 08:30 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - Como 1907 bukan cuma soal sepak bola. Klub milik Hartono bersaudara itu melabeli diri sebagai "perusahaan 1 miliar dollar".

Ulasan menarik dituliskan oleh media Italia, Rivista Undici, tak lama setelah Como 1907 sukses mengamankan tiket promosi ke Serie A. 

Como memastikan diri naik ke Serie A, kompetisi kasta teratas Liga Italia, usai mengunci tempat kedua pada klasemen Serie B 2023-2024.

Sekitar lima tahun sejak diakuisisi SENT Entertainment Ltd yang ditopang bos Grup Djarum, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, Como berhasil merangkak dari Serie D ke Serie A.

"Como proyek paling menarik di sepak bola Italia," tulis media Italia, Rivista Undici.

"Promosi ke Serie A adalah konsekuensi dari pekerjaan yang berjalan di ribuan arah berbeda, ada sepak bola tentunya, namun juga ada wisata, bisnis, dan identifikasi terhadap kawasan unik di dunia," tulis Rivista Undici lagi. 

Baca juga: Como Si Pencuri Hati, Desain Fabregas Si Arsitek Cerdas

Como 1907 memang bukan sekadar sepak bola. Tim berjulukan I Lariani (Si Anak Danau) itu juga bergerak di berbagai lini bisnis lain.

Perwakilan Grup Djarum dan Como 1907, Mirwan Suwarso, menegaskan hal itu kepada wartawan-wartawan grup Kompas Gramedia pada Rabu (15/5/2024) siang WIB.

"Kami tidak melihat Como sebagai klub sepak bola saja. Ada delapan anak perusahaan di situ. Kami bilangnya '1 billion dollar enterprise' yang nilai ekosistemnya harus ditingkatkan baik dari sisi retail, properti, FMCG (Fast Moving Consumer Goods), akademi, dan ada sisi fesyennya juga," ujar Mirwan Suwarso.

Como 1907 berbasis di salah satu kawasan paling menarik di Eropa. Kota yang berada di region Lombardia itu memiliki Danau Como yang punya daya tarik kuat bagi wisatawan.

"Kami ingin Como menjadi tujuan wisata sepak bola premium di dunia. Itu misi kami. Target kami Amerika dan Inggris dan Eropa lainnya. Kenapa? Danau Como menjadi salah satu tempat yang paling sering dikunjungi di dunia, 40 persen pengunjungnya dari Amerika," tutur Mirwan.

"Mereka sekali datang bisa keluar biaya hotelnya bukan cuma 80 dollar semalam tetapi 500 sampai 1.000-2.000 dollar semalam. Bagaimana caranya kami bisa menarik mereka lebih banyak lagi," katanya menambahkan.

Beberapa waktu silam, dalam sebuah interviu dengan Rai Radio 1, General Manager Como 1907, Carlalberto Ludi, menyebut bahwa bos klubnya, Hartono bersaudara, "sudah membuktikan bahwa mereka bisa melakukan banyak hal".

Baca juga: Como Promosi ke Serie A, Fabregas Tepati Janji Bawa Skuad Liburan

Salah satunya adalah mempercantik Stadion Giuseppe Sinigaglia agar nantinya kompeten dengan standar persyaratan Serie A.

Secara lokasi, stadion itu sangat strategis karena bersandingan dengan Danau Como, destinasi wisata terkemuka Eropa.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com