Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Shin Tae-yong Merasa Tak Enak Hati Usai Troussier Dipecat Vietnam...

Kompas.com - 29/03/2024, 19:00 WIB
Ahmad Zilky,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Peracik taktik timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengaku bersimpati setelah Philippe Troussier dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Vietnam.

Shin Tae-yong berhasil membawa timnas Indonesia membekuk Vietnam dengan skor telak 3-0 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Bertanding di Stadion My Dinh pada Selasa (26/3/2024), tiga gol timnas Indonesia ke gawang Vietnam dibukukan oleh Jay Idzes (9’), Ragnar Oratmangoen (23’), dan Ramadhan Sananta (90+8’).

Setelah tumbang melawan timnas Indonesia, Vietnam memutuskan untuk mendepak Troussier dari kursi kepelatihan.

Baca juga: Usai Dipecat, Phillipe Troussier Ungkap Akan Rindukan Vietnam

“Federasi Sepak Bola Vietnam dan pelatih kepala tim nasional, Mr. Philippe Troussier, mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kontrak mulai 26 Maret 2024,” demikian keterangan di situs resmi Federasi Sepak Bola Vietnam, VFF.

Keputusan VFF untuk memecat Troussier memang patut dimengerti. Sebab, bersama Troussier, Vietnam tampak mengalami penurunan performa.

Vietnam di bawah asuhan Troussier menelan 10 kekalahan dari 14 pertandingan.

Shin Tae-yong lalu buka suara mengenai pemecatan Philippe Troussier dari timnas Vietnam.

Baca juga: Sederet Kemerosotan Prestasi Vietnam di Bawah Philippe Troussier

Juru taktik asal Korea Selatan itu merasa tak enak hati setelah Troussier dipecat karena Vietnam tumbang melawan timnas Indonesia.

“Saya mendengar pelatih Troussier dipecat. Saya merasa tidak enak. Ada filosofi selalu saya tekankan kepada para pemain saya,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari laman Nate.

“Yaitu tidak boleh melukai lawan kami. Saat bermain sepak bola, Anda bisa saja tersulut ketika bertanding, namun Anda tak boleh menyakiti lawan."

"Mereka adalah lawan yang harus kami kalahkan, tetapi mereka juga orang-orang yang mencintai sepak bola dan merupakan mitra kami.”

“Sama halnya dengan para pelatih. Saya tidak ingin menyakiti pelatih lain. Siapa yang bakal senang jika berhenti dari pekerjaannya?,” tutur dia.

Lebih lanjut, pria berumur 53 tahun itu mengatakan bahwa sebagai pelatih selalu ada bayang-bayang pemecatan.

Baca juga: Philippe Troussier Dipecat Vietnam Usai Kalah 0-3 dari Timnas Indonesia

“Siapa yang bakal merasa senang jika berhenti dari pekerjaannya? Saya merasa sedih, saya bisa seperti itu suatu hari nanti,” ucapnya.

“Troussier adalah seorang pria sejati dan pelatih yang baik,” ujar mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com