Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Roma Vs Feyenoord: Gaya ala "Romanista", Menang dan Bikin Jantungan

Kompas.com - 23/02/2024, 07:00 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

KOMPAS.com - Roma lolos ke 16 besar Liga Europa 2023-2024 lewat kemenangan adu penalti dramatis atas Feyenoord. Tim Serigala membuat jantungan pendukungnya.

Partai leg kedua playoff menuju 16 besar Liga Europa 2023-2024 antara Roma vs Feyenoord di Stadion Olimpico, Jumat (23/2/2024) dini hari WIB mesti ditutup dengan drama adu penalti.

Pada waktu normal, skor 1-1 menghiasi duel Roma vs Feyenoord. Tim tamu Feyenoord membuka keunggulan lebih dulu via Santiago Gimenez (5').

Roma lantas menyamakan kedudukan melalui aksi Lorenzo Pellegrini (15'). Mengingat laga leg pertama di Belanda juga berujung 1-1, maka pertandingan di Olimpico harus lanjut ke babak perpanjangan waktu.

Tak ada gol tambahan selama masa extra time yang berdurasi dua kali 15 menit. Alhasil, Roma dan Feyenoord harus melalui adu tendangan penalti. 

Baca juga: Hasil Roma Vs Feyenoord: Serigala ke 16 Besar Liga Europa via Adu Penalti

Adu penalti selalu memicu bayangan kelam untuk Roma. Pada final Piala Champions 1983-1984, Tim Serigala Ibu Kota Italia kalah dari Liverpool dalam babak tos-tosan. 

Lalu, Roma juga gagal mendekap trofi Liga Europa 2022-2023 usai kalah adu penalti pada laga final kontra Sevilla.

Namun, kisah berbeda diciptakan oleh Roma musim ini. Pasukan arahan De Rossi menang 4-2 atas Feyenoord dalam babak adu penalti.

Kemenangan Roma ditentukan oleh sepakan pemain asli jebolan akademi, Nicola Zalewski. Sebanyak empat dari lima eksekutor Tim Serigala sukses menunaikan tugas menembak dari titik 12 pas.

Satu-satunya algojo Roma yang gagal adalah Romelu Lukaku. Di lain sisi, dua penembak Feyenoord mendapati upaya mereka dimentahkan oleh Mile Svilar.

Baca juga: Hasil Roma Vs Feyenoord: Serigala ke 16 Besar Liga Europa via Adu Penalti

Svilar membendung sepakan penalti David Hancko dan Alireza Jahanbakhsh. 

Usai laga, De Rossi tak bisa menutupi kegembiraannya. Menurutnya, anak asuhnya menang dengan cara yang sangat "Roma", dengan bikin orang jantungan.

“Itu adalah cara menang yang sangat Romanista, menyebabkan orang terkena serangan jantung!" ucap De Rossi, dikutip dari Football Italia.

"Saya pikir kami telah menghilangkan sedikit fatalisme, kami memiliki pepatah di sini seperti 'tidak pernah ada kegembiraan', tetapi kami dapat membuka lembaran baru," ujar De Rossi menambahkan. 

Roma memang seperti terus membuka lembaran baru usai De Rossi dilantik mengantikan posisi Jose Mourinho sebagai pelatih.

Pada pentas domestik, Tim Serigala memenangi empat dari lima laga Liga Italia 2023-2024 bersama De Rossi.

Kelolosan ke 16 besar Liga Europa 2023-2024 menambah antusiasme Roma di era kepelatihan De Rossi. Serigala kian percaya diri.

"Kami bukan itik buruk rupa. Kami juga mulai meraih kemenangan. Kami adalah tim bagus di stadion yang hebat, saya senang,” ujar De Rossi yang pernah 18 tahun membela Roma sebagai pemain.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com