Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lionel Messi bersama PSG di Liga Champions, Hanya Ganas di Fase Grup

Kompas.com - 09/03/2023, 07:32 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com - Nasib pahit kembali dialami Lionel Messi di ajang Liga Champions sejak ia bergabung dengan Paris Saint-Germain.

Kekalahan 0-2 lawan FC Bayern pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions pada Kamis (9/3/2023) memastikan petualangan Lionel Messi dan PSG berhenti di Liga Champions musim ini.

Hal ini serupa dengan apa yang terjadi musim lalu ketika kubu Paris kandas di tangan Real Madrid dengan agregat 2-3 pada babak sama.

Kekalahan kontra Real Madrid boleh dikatakan lebih menyakitkan karena PSG sebenarnya sudah unggul 2-0 secara agregat hingga setengah jam terakhir laga dua leg.

Baca juga: Hasil Bayern Vs PSG: Messi Hilang, Muenchen Singkirkan Les Parisiens

Keunggulan tersebut datang berkat gol injury time Mbappe pada leg pertama dan gol pemain sama pada menit ke-40 laga di Santiago Bernabeu.

Sayang bagi Paris dan para pendukungnya, Real berhak melaju setelah Karim Benzema mencetak hattrick dalam 17 menit.

Messi sendiri bermain sebagai starter pada kedua laga tersebut.

Alhasil, Messi bermain 360 menit tanpa mencetak gol ataupun assist di babak knockout Liga Champions sejak bergabung bersama PSG.

Peruntungannya lebih banyak terjadi di fase grup di mana ia membukukan sembilan gol dan empat assist dari 10 laga.

Hal ini tentu menyakitkan bagi Messi yang tak pernah gagal mencapai perempat final Liga Champions dalam dua musim beruntun.

Baca juga: Bayern Vs PSG 2-0, Les Parisiens Dikhianati Barisan Mantan

Bagi kubu Paris sendiri, hasil kontra FC Bayern merupakan kali kelima mereka tumbang di babak 16 besar sejak mendapat gelontoran dana sebagai klub terkaya di dunia sejak dibeli QSI pada 2011.

"Sejujurnya, saya senang PSG tersingkir," kritik mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, di CBS Sports.

"Mereka tak terlihat seperti sebuah tim, mereka berantakan."

"Lima dari tujuh tahun terakhir mereka kalah di babak 16 besar setelah menghabiskan banyak uang."

"Mereka punya pemain-pemain bintang terbaik di dunia."

"Tapi, mereka hanya punya individu dan bukan tim."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com