Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ancaman Pidana Ricuh Kantor Arema Lebih Berat dari Tragedi Kanjuruhan

Kompas.com - 02/02/2023, 20:53 WIB
Ahmad Zilky,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Ancaman pidana yang menjerat tersangka kericuhan di kantor Arema FC ternyata lebih berat daripada Tragedi Kanjuruhan.

Pihak kepolisian sudah mengamankan tujuh tersangka yang telah melakukan penganiayaan dan perusakan official store Arema FC.

Sebanyak tujuh tersangka itu diamankan seusai melakukan pengembangan dari penahanan 107 orang.

Mereka dianggap terlibat dalam demo massa yang mengatasnamakan diri Arek Malang Bersikap. Aksi ini berujung ricuh di kantor Arema FC.

Baca juga: 7 Tersangka Perusakan Kantor Arema FC Diancam 9 dan 10 Tahun Penjara

Lima tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke-2e KUHP tentang pengeroyokan.

Para tersangka disebut sengaja merusak barang atau melakukan kekerasan yang menyebabkan luka berrat, dengan ancaman maksimal 9 tahun.

Pelaku-pelaku itu adalah Adam Rizky (24 tahun) yang berperan membawa bom asap dan kaleng cat semprot.

Lalu, Muhammad Fauzi (24 tahun) yang membawa kantong berisi cat yang dilemparkan ke kantor Arema FC.

Ada juga Nauval Maulana (21 tahun) yang berperan membawa bom asap dan pipa sekaligus melakukan pemukulan kepada korban. Sementara itu, Aryon Cahya (29 tahun) melakukan penendangan dan pemukulan terhadap korban.

Baca juga: Kantor Arema FC Dirusak, Eks Pembina Minta Klub dan Suporter Berdialog

Satu lagi adalah Kholid Aulia (22 tahun) asal Pakis. Dia berperan melakukan pelemparan batu ke arah official store Arema FC.

Sementara itu, Muhammad Fery Christianto (37 tahun) dan Fanda Harianto, ditetapkan menjadi tersangka karena berperan sebagai koordinator aksi dan penghasut.

Kedua tersangka itu dikenakan Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun.

Ancaman Hukuman Tersangka Kanjuruhan Lebih Rendah

Salah satu atribut yang tersisa pasca 4 bulan terjadinya Tragedi Kanjuruhan di depån gate 12 Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (1/2/2023) siang. Artikel ini berisi ancaman pidana yang menjerat tersangka kericuhan di kantor Arema FC ternyata lebih berat daripada tragedi Kanjuruhan.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Salah satu atribut yang tersisa pasca 4 bulan terjadinya Tragedi Kanjuruhan di depån gate 12 Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (1/2/2023) siang. Artikel ini berisi ancaman pidana yang menjerat tersangka kericuhan di kantor Arema FC ternyata lebih berat daripada tragedi Kanjuruhan.

Ancaman hukuman para tersangka perusakan official store Arema FC nyatanya lebih berat dengan pelaku di Tragedi Kanjuruhan.

Padahal, tragedi Kanjuruhan menjadi insiden paling tragis kedua dalam sejarah sepak bola dunia setelah menewaskan 135 orang.

Baca juga: BERITA FOTO - 4 Bulan Tragedi Kanjuruhan, Menanti dalam Kesunyian

Berdasarkan laporan Kompas.com sebelumnya, para terdakwa tragedi Kanjuruhan disangkakan dengan Pasal 359 dan 360 tentang kelalaian yang mengakibatkan korban luka dan korban jiwa.

Jeratan hukuman pidana para terdakwa tragedi Kanjuruhan paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Nathan Tjoe-A-On Tinggalkan Timnas U23 Indonesia Usai Lolos ke 8 Besar

Nathan Tjoe-A-On Tinggalkan Timnas U23 Indonesia Usai Lolos ke 8 Besar

Timnas Indonesia
Sinergi Pemain dan Pelatih Jadi Kunci Kelolosan Timnas U23 Indonesia

Sinergi Pemain dan Pelatih Jadi Kunci Kelolosan Timnas U23 Indonesia

Timnas Indonesia
4 Fakta Timnas U23 Indonesia Libas Yordania di Piala Asia U23 2024

4 Fakta Timnas U23 Indonesia Libas Yordania di Piala Asia U23 2024

Timnas Indonesia
Rasa Campur Aduk Ten Hag Sikapi Man United Tembus Final Piala FA

Rasa Campur Aduk Ten Hag Sikapi Man United Tembus Final Piala FA

Liga Inggris
Cara Shin Tae-yong Motivasi Bangkit Timnas hingga Lolos 8 Besar Piala Asia U23

Cara Shin Tae-yong Motivasi Bangkit Timnas hingga Lolos 8 Besar Piala Asia U23

Timnas Indonesia
Kata Shin Tae-yong Usai Timnas Menang, Fokus Siapkan Perempat Final

Kata Shin Tae-yong Usai Timnas Menang, Fokus Siapkan Perempat Final

Timnas Indonesia
Disaksikan Gibran, Codeblu Kalahkan Arnold Poernomo di HSS Series 5

Disaksikan Gibran, Codeblu Kalahkan Arnold Poernomo di HSS Series 5

Sports
Harapan Marselino Ferdinan Usai Cetak 2 Gol ke Gawang Yordania

Harapan Marselino Ferdinan Usai Cetak 2 Gol ke Gawang Yordania

Timnas Indonesia
Daftar Tim Perempat Final Piala Asia U23: Indonesia Terbaru, Sisa 2 Tiket

Daftar Tim Perempat Final Piala Asia U23: Indonesia Terbaru, Sisa 2 Tiket

Timnas Indonesia
Kunci Kemenangan Timnas U23 Indonesia atas Yordania di Mata Nathan

Kunci Kemenangan Timnas U23 Indonesia atas Yordania di Mata Nathan

Timnas Indonesia
Jadwal Timnas U23 Indonesia Usai Bekuk Yordania, Lolos Perempat Final

Jadwal Timnas U23 Indonesia Usai Bekuk Yordania, Lolos Perempat Final

Timnas Indonesia
Klasemen Akhir Grup A Piala Asia U23: Indonesia Lolos, Australia Gugur

Klasemen Akhir Grup A Piala Asia U23: Indonesia Lolos, Australia Gugur

Timnas Indonesia
Rahul Pinem Menang Sabuk WBC Asia Silver di Ajang HSS Series 5

Rahul Pinem Menang Sabuk WBC Asia Silver di Ajang HSS Series 5

Sports
Hasil Madrid Vs Barcelona: Saling Balas Gol, Bellingham Pahlawan Kemenangan

Hasil Madrid Vs Barcelona: Saling Balas Gol, Bellingham Pahlawan Kemenangan

Liga Spanyol
Pengamat Puji Satu Kekuatan Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Pengamat Puji Satu Kekuatan Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia U23

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com