Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Timnas U17 Indonesia Tak Lolos Piala Asia, Salah Strategi hingga "Habis Bensin"

Kompas.com - 10/10/2022, 08:00 WIB
Farahdilla Puspa,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Timnas U17 Indonesia tak berhasil melaju ke putaran final Piala Asia U17 2023 yang dijadwalkan digelar di Bahrain, 3-20 Mei 2023. 

Timnas U17 Indonesia mengakhiri babak grup Kualifikasi Piala Asia U17 2023 di posisi kedua atau runner-up setelah kalah dari Malaysia. 

Duel timnas U17 Indonesia vs Malaysia pada laga terakhir Grup B Kualifikasi Piala Asia U17 2023 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (9/10/2022) malam WIB, berakhir 1-5. 

Sebelum melawan Malaysia, pelatih timnas U17 Indonesia, Bima Sakti, mengakui fisik para pemainnya menurun. 

Baca juga: Hasil Timnas U17 Indonesia Vs Malaysia: Kalah Telak 1-5, Garuda Asia Gagal Juara Grup

Meski demikian, Bima Sakti berharap timnas U17 Indonesia bisa bermain maksimal saat melawan Malaysia.

"Evaluasi kondisi fisik menurun, konsentrasi juga berbeda dari pertandingan-pertandingan sebelumnya," ucap Bima Sakti, dilansir dari PSSI TV. 

"Kami berharap pemain bisa fokus, bisa memanfaatkan kesempatan, bisa mengatur ritme permainan kapan mereka harus bermain cepat maupun lambat," ujar Bima Sakti. 

"Semoga mereka bisa menampilkan permainan yang terbaik," tutur Bima Sakti melanjutkan. 

Baca juga: Klasemen Runner-up Terbaik Kualifikasi Piala Asia U17, Kenapa Indonesia Bisa Tersingkir?

Akan tetapi, harapan Bima Sakti tak terwujud. timnas U17 Indonesia pada akhirnya kesulitan melawan Malaysia dan berakhir kalah 1-5. 

Bima Sakti mengakui salah strategi dalam hal rotasi pemain sehingga timnya kehabisan bensin alias kelelahan.  

Nama-nama seperti Arkhan Kaka, Muhammad Kafiatur Rizky, M. Riski Afrisal, hingga Nabil Asyura sudah diturunkan Bima Sakti saat melawan Guam, Minggu (3/10/2022). 

Bima Sakti menyesali keputusannya karena seharusnya ia mengistirahatkan pemain-pemain utama tersebut sehingga memiliki cukup kekuatan sampai laga terakhir melawan Malaysia. 

Baca juga: Daftar Tim Lolos Piala Asia U17 2023: Malaysia Sudah, Bagaimana Indonesia?

"Bisa jadi karena kelelahan. Ini kesalahan saya juga, di awal kemarin lawan Guam kami sudah pasang (pemain utama)," kata Bima Sakti, dilansir dari BolaSport.com. 

Bima Sakti mengatakan, keputusan memainkan tim utama melawan Guam karena ia ingin mengamankan kemenangan pertama untuk timnas U17 Indonesia. 

"Satu jam menjelang laga pertama itu harusnya kami ubah (susunan pemain), tetapi kami memilih ambil aman dulu. Namun, pada babak keduanya kami ganti 4 pemain," kata dia. 

"Tapi mungkin bisa jadi karena faktor tersebut dan itu akan menjadi salah satu bahan evaluasi karena memang seharusnya kami pasang pemain yang di bench dulu," ucap Bima Sakti. 

Kekalahan dari Malaysia membuat Indonesia harus bersaing dengan tim di grup lain untuk lolos ke Piala Asia U17 2023 lewat jalur runner-up terbaik. 

Indonesia mengoleksi sembilan poin dengan selisih gol plus 13. Namun, hasil melawan tim peringkat keempat dan kelima tidak dihitung dalam klasemen runner-up terbaik. 

Aturan itu berlaku karena jumlah tim di 10 grup Kualifikasi Piala Asia U17 2023 berbeda-beda. Alhasil, kemenangan atas Guam (14-0) dan Palestina (2-0) tidak dihitung. 

Indonesia pun hanya punya berbekal tiga poin dan selisih gol minus tiga dalam klasemen runner-up terbaik, dari kemenangan 3-2 atas UEA dan kekalahan 1-5 dari Malaysia. 

Sebelum semua laga pamungkas Kualifikasi Piala Asia U17 rampung, Indonesia sempat menghuni peringkat keenam klasemen runner-up terbaik.

Akan tetapi, kemenangan 2-1 yang diraih Laos atas Kirgistan pada laga terakhir Grup I, ditambah dengan kekalahan tipis (1-2) India dari Arab Saudi di Grup D, pada Senin (10/10/2022) dini hari WIB, memastikan Indonesia tersingkir dari persaingan.

Laos punya selisih gol yang lebih baik (-2) atas Indonesia (-3), dan menjadi satu dari enam tim yang lolos ke putaran final Piala Asia U17 2023 lewat jalur runner-up terbaik. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com