Kompas.com - 11/08/2022, 08:48 WIB

GIANYAR, KOMPAS.com - Polemik jam pertandingan malam membuat pelatih Liga 1 2022-2023 terbagi dua.

Ada pelatih-pelatih yang tidak keberatan dan bahkan nyaman dengan jadwal pertandingan malam. Namun, tak sedikit pula yang kurang sepakat dengan jam main malam tersebut karena alasan kenyamanan dan kebugaran.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, adalah salah satu pelatih yang tak keberatan dengan jam pertandingan malam.

Menurut dia, tim Bali United sudah membiasakan diri bermain malam setelah Piala Presiden 2022 dan Liga 1 2021-2022.

Akan tetapi, di satu sisi ia kurang sreg dengan jadwal pertandingan malam karena simpatik dengan apa yang harus dialami oleh para suporter.

Baca juga: Dari Kritik Suporter, Mesin Gol Bali United Mulai Panas

Para pendukung memang mengeluhkan jadwal kickoff malam yang dinilai terlalu larut.

Pemain Bali United Ilija Spasojevic dan Willian Pacheco menyumbang gol saat pertandingan pekan 3 Liga 1 2022-2023 melawan RANS Nusantara FC yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Kamis (4/8/2022) malam.Dokumentasi Bali United Pemain Bali United Ilija Spasojevic dan Willian Pacheco menyumbang gol saat pertandingan pekan 3 Liga 1 2022-2023 melawan RANS Nusantara FC yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Kamis (4/8/2022) malam.

Selain karena mengganggu aktivitas di esok harinya, supporter juga dihadapkan risiko-risiko yang ada saat perjalanan pulang dari stadion.

“Buat kami, main malam tidak ada masalah. Namun, buat suporter, pertandingan yang dimulai pukul 09.30 malam pasti terlalu malam,” ujar pelatih yang biasa disapa Teco itu.

Kickoff pertandingan malam Liga 1 2022-2023 memang diselenggarakan pukul 20.00 dan 20.30 WIB.

Akan tetapi, pertandingan untuk daerah yang masuk zona Waktu Indonesia Tengah (Wita) berarti dimulai pukul 21.00 dan 21.30 Wita yang satu jam lebih cepat daripada Waktu Indonesia Barat (WIB).

Dengan demikian, laga malam di daerah Wita baru selesai pukul 22.30 atau 23.00 Wita dengan acuan waktu pertandingan normal 90 menit.

Stefano Cugurra menilai, jadwal pertandingan ini terlaru larut untuk para suporter sehingga berisiko mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Mereka balik ke rumah pukul 01.30 subuh. Terus harus bangun buat kerja dan mereka yang punya anak juga harus bangun pagi untuk sekolah,” ujar pelatih asal Brasil itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Istilah Heading dalam Sepak Bola dan Tujuannya

Istilah Heading dalam Sepak Bola dan Tujuannya

Sports
PSG Ditahan Imbang Benfica, Galtier: Kami Ciptakan Banyak Peluang ...

PSG Ditahan Imbang Benfica, Galtier: Kami Ciptakan Banyak Peluang ...

Liga Champions
Madrid Vs Shakhtar, Los Blancos Mestinya Bisa Cetak Banyak Gol

Madrid Vs Shakhtar, Los Blancos Mestinya Bisa Cetak Banyak Gol

Liga Champions
Jadwal Liga Europa: Omonia Vs Man United, 4 Pemain Setan Merah Absen

Jadwal Liga Europa: Omonia Vs Man United, 4 Pemain Setan Merah Absen

Liga Lain
BERITA FOTO - Duka Arema Duka Persebaya, Duka Malang Duka Surabaya

BERITA FOTO - Duka Arema Duka Persebaya, Duka Malang Duka Surabaya

Liga Indonesia
Gerakan Shoot Tambahan Saat Bola Muntah

Gerakan Shoot Tambahan Saat Bola Muntah

Sports
45 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kisah Fenomenal Paolo Rossi yang Diawali Skandal

45 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kisah Fenomenal Paolo Rossi yang Diawali Skandal

Internasional
Chelsea Vs Milan: Rossoneri Ompong, Cuma Bikin Satu Tembakan ke Gawang

Chelsea Vs Milan: Rossoneri Ompong, Cuma Bikin Satu Tembakan ke Gawang

Liga Champions
Rekor-rekor Erling Haaland di Liga Champions, Ungguli Messi dan Ronaldo

Rekor-rekor Erling Haaland di Liga Champions, Ungguli Messi dan Ronaldo

Liga Champions
Tragedi Kanjuruhan: Klub dan Polisi-TNI Ditindak, Bagaimana dengan PSSI?

Tragedi Kanjuruhan: Klub dan Polisi-TNI Ditindak, Bagaimana dengan PSSI?

Liga Indonesia
Kualifikasi Piala Asia U17: Kualitas Rumput Pakansari Dikritik, AFC Diminta Turun Tangan

Kualifikasi Piala Asia U17: Kualitas Rumput Pakansari Dikritik, AFC Diminta Turun Tangan

Liga Indonesia
Aremania Tak Serang Pemain, Komnas HAM Pertanyakan Penggunaan Gas Air Mata

Aremania Tak Serang Pemain, Komnas HAM Pertanyakan Penggunaan Gas Air Mata

Sports
PSSI Bicara soal Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan

PSSI Bicara soal Sanksi FIFA Usai Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
Juventus Vs Maccabi Haifa, Bianconeri Tanpa Selebrasi meski Raih 3 Poin

Juventus Vs Maccabi Haifa, Bianconeri Tanpa Selebrasi meski Raih 3 Poin

Liga Champions
Bima Sakti Beberkan Kunci Kemenangan Timnas U17 atas UEA

Bima Sakti Beberkan Kunci Kemenangan Timnas U17 atas UEA

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.